Warga Pantai Air Manis, Keluhkan Arogansi Kadis Pariwisata Padang

oleh

Padang, Sumbartoday.com
Masyarakat sekitar Pantai Air Manis Kecamatan Padang Selatan mengeluhkan kebijakan Dinas Pariwisata yang tidak berpihak kepada warga setempat dalam mengelolah kawasan wisata tersebut. semenjak awal tahun 2018  lalu.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu tokoh masyarakat setempat Nurdin (35) (nama samaran-red) saat ditemui sumbartoday.com, bebera waktu lalu. Menurut Nurdin, banyak sekali kebijakan dinas pariwisata tidak berpihak kepada warga, bahkan untuk dalam mengelola kebersihan pantai sekalipun

“Dalam setiap perekutan pegawai honor lepas sebagai tenaga kebersihan pantai, kami masyarakat tidak mendapatkan tempat satupun, bahkan kami disini hanya penonton, sementara Kadis Pariwisata mempekerjakan orang yang bukan warga kami. Ini sangat menyakitkan,” jelas Nurdin

Ia menambahkan, kalau memang ada seleksi dalam penerimaan pegawai untuk kawasan pantai air manis ini, kiranya masyarakat setempat diikutkan juga sesuai aturan yang ada.

“Kita tidak menuntut banyak, berilah kami kesempatan seperti yang lainnya, sebab kamipun ingin berbuat untuk kampung kami. Jangan seperti ini, kami hanya dijadikan objek dan tumbal oleh dinas. Setiap kebijakan yang diambil dikawasan ini, tidak sekalipun kami dilibatkan, kami menjadi asing dikampung kami sendiri, Namun jika ada kejadian, maka kamilah yang dianggap biang kerok dan tempat kesalahan tersebut. Kami seperti dibenturkan dengan pihak kepolisian yang ujung-ujungnya akan membungkam kami,” terang Nurdin lirih.

Sementara itu Medi Iswandi, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, membantah keras apa yang menjadi keluhan dari warga Pantai Air Manis tersebut. Menurut Medi, dapat dipastikan bahwa keluhan tersebut disampaikan pihak yang menjadi pelaku berbagai pungutan liar yang sering terjadi dikawasan objek wisata tersebut.

“Keputusan yang kami ambil hanya menghapuskan pungutan liar dan menertibkan premanisme yang marak dan meresahkan pengunjung dikawasan Pantai Air Manis, hanya itu saja dan belum sekalipun melakukan pengembangan wisata disitu,” jelas Medi melalui pesan whatappnya.

Medi juga menegaskan bahwa kegiatan premanisme yang berada di gerbang masuk objek wisata milik pemko sudah sering ditertibkan dengan cara persuasif dan kekeluargaan, namun tidak kunjung berubah bahkan menjadi liar.

“Bertahun-tahun gerbang masuk dan gerbang bagian belakang objek wisata pemko di kuasai premanisme, bertahun-tahun pula pemko berupaya membicarakan secara persuasif, namun tidak berhasil, malah yang kami temukan banyaknya barang barang bekas pemakai narkoba di toilet dekat pintu masuk yg kami duga pemakainya adalah pelaku pungli di gerbang masuk. Namun Sejak ditertibkan, terjadi 300 persen peningkatan kunjungan ke Pantai Air Manis, PAD meningkat signifikan, dari 500 juta tahun kemaren, saat ini sudah mencapai 2 miliar lebih,” terang Medi.

Medi juga menyangkal pengelolaan Pantai Air Manis tidak berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Silahkan tanya langsung kepada masyarakat yang sebahagian besar mendapatkan manfaatnya dari melimpahkan kunjungan kekawasan tersebut.  Banyak yang menyewakan berbagai wahana seperti ATV yang semula hanya beberapa buah, sekarang ratusan buah, dan ini menjadi alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat selain berdagang. Namun dengan adanya penertiban ini, harus kami akui ada oknum-oknum masyarakat yang terganggu, dulunya hanya berdiri di gerbang masuk tanpa bekerja dapat uang dengan melakukan pungli kepada pengunjung, sekarang hal tersebut sudah kami hapus dan tindak tegas,” jelas Medi Iswandi.

Ia juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan pemko Padang, tentunya untuk kepentingan bersama, karena kawasan Pantai Air Manis merupakan objek wisata yang potensial.

“Saat ini semua objek wisata saling bersaing untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, jika pungli tidak ditertibkan maka pengnjung tidak akan datang ke objek wisata tersebut, tentunya yang akan rugi kita sendiri, terutama masyarakat sekitar,” tutup Medi.

– Rio Irawan –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *