Usir Pacar Anaknya, Satu Keluarga di Purus Kota Padang, Dibacok Tetangganya

Category: Hukrim 375 0

_12748356_1160728003964104_976661463_o

PADANG, SUMBARTODAY  –  Dipicu persoalan sepele,  satu orang tewas dan lainnya luka-luka yang merupakan satu keluarga di Purus Lima Kecamatan Padang Barat Kota Padang, dibacok oleh tetangganya sendiri Sabtu (24/12).

Peristiwa ini berawal dari anak pelaku yang tidak terima pa­car­nya diusir oleh Armen (43), tetangganya sendiri. Sang anak menga­du ke bapaknya, Ar­win (49), setelah tidak terima pacarnya diusir secara kasar oleh tetangganya. Mendapat laporan dari anaknya tadi, Arwin langsung menemui Armen dan terjadilah perkelahian satu lawan satu didepan rumah Armen.

Armen yang menggunakan pedang samurai berhasil melukai lengan kiri Arwin yang kemudian kabur kerumahnya guna mengambil potongan besi panjang.

Usai mendapatkan besi panjang, Arwin yang sudah gelap mata ini kembali kerumah Armen dengan membabi buta membacok istri dan anaknya Armen yang berusia 14 tahun.

Warga yang melihat ke­ja­dian  langsung melarikan anak dan istri Armen ke rumah sakit RSUP M Djamil Padang. Sedangkan Arwin usai kejadian pergi mengobati tangannya yang luka akibat sabetan samurai, kerumah saudaranya di Jati Padang, untuk kemudian menyerahkan diri ke Mapolsekta Padang Ba­rat.

Sementara itu, putra Armen,  Rizki Afdan (14)  yang mengalami pendarahan hebat di kepala kanan akibat bacokan, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Ming­gu (25/12) pu­kul 02.30 WIB.  Sementara, sang istri men­da­patkan se­jum­lah jahitan.

Menurur Kapolresta Padang AKBP Chairul Aziz, melalui Kapolsekta Padang Ba­rat, Kompol Syahrul Chan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut masih proses penyidikan, sementara Arwin sudah ditetapkan sebagai tersangka karena tindakannya telah menghilangkan nyawa orang lain. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan beberapa saksi. Saat ini tersangka sudah kita diamankan di Pol­sek Padang Barat guna penyelidikan lebih lanjut,” ucap Kapolsek kepada sumbartoday.com (Oji)

 

Related Articles

Add Comment

%d blogger menyukai ini: