Tuntut Kepsek SMAN 5 Padang Mundur, Ini Dilakukan Pelajar

oleh -759 views

Padang, Sumbartoday.com
Ratusan Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang kembali melakukan aksi mogok belajar dan menuntut Dra. Hj. Yenni Putri, MM agar mundur dari jabatan sebagai Kepala Sekolah SMAN 5 Padang. Dimana aksi ini dilakukan di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat, Selasa (12/3).

Aksi Pelajar SMAN 5 Padang ini diterima langsung oleh Ketua Komisi V DPRD Prov Sumbar Hidayat dan didampingi oleh anggota Komisi V Zigo Rolanda.

Ketua OSIS Iqbal Marizaldi melalui salah satu perwakilan siswa Rizkho menyampaikan, Alhamdulillah kita sudah menyampaikan aspirasi kita dan diterima baik oleh Komisi V DPRD Prov Sumbar.

“Harapan kami, aspirasi dan keluhan kami dapat diproses dengan cepat oleh Komisi V DPRD Prov Sumbar agar Dra. Hj. Yenni Putri, MM (yang akrab dipanggil bunda) dapat mengundurkan diri dari jabatan Kepala Sekolah SMAN 5 Padang ini. Itu saja yang kami minta, agar kami nyaman belajar dengan kondusif”, tegas Rizkho.

Salah satu teman kami, pernah dibawa oleh bunda naik mobil dan terus dibawa jalan-jalan. Diduga bunda melakukan intimidasi terhadap salah satu teman kami ini, ujar Rizkho.

Ketua Komisi V DPRD Prov. Sumbar Hidayat menyampaikan, dengan aksi mogok belajar siswa SMAN 5 Padang ini menjadi keharusan bagi DPRD Prov Sumbar untuk menerima aspirasi dari adik-adik kita ini dan kami sangat berterima kasih kepada adik-adik siswa SMAN 5 Padang yang datang ke sini dengan nyali yang sangat besar, menyampaikan aspirasi murni dan tutur kata bahasa yang santun. Ini suatu hal yang luar biasa.

Informasi yang disampaikan oleh beberapa siswa, sesungguhnya pada prinsipnya tidak boleh terjadi dan tidak boleh juga terjadi intimidasi kepada siswa. Tapi secara faktual, adik-adik ini sebenarnya sangat patuh, patuh kepada orang tua dan patuh kepada guru, paparnya.

Kalau ada persoalan mereka mogok belajar untuk menyampaikan aspirasinya ke DPRD Prov Sumbar, tentu ada persoalan serius yang terjadi. Tentu kami akan mempertanyakan leadership Kepala Sekolah nya, managerialnya bagaimana. Pasti ada yang salah pada pola komunikasi dan koordinasinya, tuturnya.

Kami sudah koordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan Prov Sumbar dan meminta untuk segera melakukan investigasi mencari kebenaran yang terjadi. Karena memang dalam sistem mekanisme pengambil kebijakan, tentu ada menerima laporan dari beberapa pihak lainnya sebelum mengambil keputusan, ujarnya.

Tapi pada intinya adalah apa yang disampaikan oleh adik-adik siswa tadi ada persoalan miss managerial ditingkatkan pimpinan Kepala Sekolah”, tuturnya.

“Insya Allah besok (Rabu pagi 13/3) Tim Investigasi Pencari Fakta Sebenarnya (PFS) ini langsung dipimpin oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Prov Sumbar. Kalau seandainya Tim tersebut tidak adil, maka kita akan segera panggil Dinas Pendidikan Prov Sumbar”, tegasnya.

-Robbie Pratama-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *