Tolak Pasien Kritis, Kepala Puskesmas IV Koto Tanggapi Ini Bukan Urusan Media

oleh
Yulianti,  Kepala Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam

SUMBARTODAY.COM, AGAM – Malag betul nasib Abizar, bayi yang masih berumur 8 hari dari pasangan Dino Martin dan Elfitri ini, harus menerima perbuatan kasar yang tidak semestinya dilakukan oleh pihak Puskesmas IV Koto, Kabupaten Agam, Kamis (2/8)

Menurut informasi yang didapat sumbartoday.com, kejadian berawal saat Abizar membutuhkan pertolongan, usai mengalami sesak nafas saat disusui ibunya Elfitri.

“Saat disusui ibunya, tiba-tiba Abizar mengalami sesak nafas,  dan detak jantungnya bergetar kencang. Melihat kejadian tersebut, pihak keluarga langsung melarikan Abizar ke Bidan Eva yang tidak jauh dari rumah mereka,” jelas Dino ayah Abizar kepada sumbartoday.com

Ia juga menjelaskan saat sampai dirumah bidan, ternya bidan Eva tidak berada ditempat karena membantu pasien lain di Kampung Pisang.

“Melihat kondisi anak saya yang kritis, istri saya langsung membawa Abizar, ke Puskesmas IV Koto guna mendapatkan pertolongan dari dokter yang ada dipuskesmas tersebut.

“Sampai di Puskesmas, alangkah kecewanya kami, jangankan mendapat pertolongan, malah anak saya ditolak dan disuruh kerumah dokter yang ada dekat puskesmas tersebut tanpa memberikan pertolongan awal. Hebatnya lagi walau ambulan ada dipuskesmas tersebut, namun pihak puskesmas menyuruh istri saya untuk naik angkutan kota (ankot) dengan nada sinis, “angkot ado dilua, langsuang sajolah baok karumah sakit pusat naiak angkot tu” (angkot ada diluar, langsung saja bawa kerumah sakit pusat naik angkot tersebut) ucap salah satu perawat dipuskesmas tersebut tanpa memikirkan anak saya yang kritis, ini sangatlah keterlaluan,” terang Dino sedikit geram.

Sementara pihak Puskesmas yang ditemui sumbartoday.com, menolak memberikan komentar atas kejadian tersebut. Menurut Yulianti,  Kepala Puskesmas IV Koto, bahwa tidak ada penolakan dari pihaknya.

“Kita sudah selesaikan masalah ini dengan pihak keluarga dan Dinas Kesehatan. Lagi pula puskesmas kami bukan tempat rawatan dan tidak ada IGDnya, sedangkan untuk ambulan bukan mudah begitu saja, sebab untuk sopir hanya ada untuk operasional keliling.  Ini adalah masalah kami dan pihak keluarga, jadi tidak ada hungan dan urusannya dengan media,” ucap Yulianti sedikit ketus kepada sumbartoday.com, diruang kerjanya, Kamis (2/8)

Sementara berita ini diturunkan keadaan Abizar semakin kritis dan belum dapat dilihat dan mendapat penanganan serius. (Robby/Anasril)

 

One thought on “Tolak Pasien Kritis, Kepala Puskesmas IV Koto Tanggapi Ini Bukan Urusan Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *