Tidak Paham Olahraga, Kadispora Padang Pelihatkan Arogansinya

oleh

Padang, Sumbartoday.com
Berharap menghasilkan pendapatan lebih banyak, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang Azwin,  tutup paksa areal masuk kawasan stadion H. Agus Salim Padang. Arogansi kekuasaan yang diperlihatkan Kadispora tersebut dibenarkan Devira,  Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah( UPTD ) GOR H. Agus Salim, saat ditemui sumbartoday.com, Selasa (9/10)

Menurut Devira, keputusan untuk menutup kawasan stadion tersebut adalah untuk pembenahan ditubuh Dispora sendiri.

“Memang Kadispora memerintahkan langsung, agaru menutup gerbang masuk stadion, dengan tujuan pembenahan intern kita di Dispora. Kita semua tahu, bahwa salah satu PAD kita adalah restribusi atau karcis masuk di kawasan Stadion. Jadi inipun sifatnya sementara saja,” terang Devira.

Lebih lanjut dijelasakannya bahwa apa yang kami arahkan kepada petugas penjual tiket selalu tidak sesuai dengan yang ditetapkan, sehingga mengakibatkan kebocoran pendapatan.

“Setiap yang masuk ke kawasan stadion, apalagi yang menggunakan lintasan atletik, itu kita kenakan biaya masuk melalui tiket atau karcis. Mekanismenya sudah kita jelaskan kepada petugas karcis itu sendiri. Namun karena banyaknya kebocoran dan penyimpangan, maka apa yang kami arahkan tersebut tidak sesuai lagi, sehingga pendapatan kami terus berkurang,” ucapnya.

Sementara itu Amril, salah satu pengurus cabang olahraga mempertanyakan arogansi Kadispora Kota Padang ini. Menurutnya alasan kurangnya pendapatan sehingga melakukan penutupan dikawasan stadion tidaklah masuk akal.

“Ini sesungguhanya akal-akalan dari Kadispora dalam meraup keuntungan. Coba dilihat, seluruh kawasan Gor H. Agus Salim ini, sudah disewakan kepada pedagang, sehingga tidak lagi menjadi kawasan olaharaga. Kurang apalagi, jika alasan hanya kurang pendapatan. Kadispora ini sepertinya akan membangun GOR ini seperti kawasan wisata dan pasar, inilah bodohnya.” terang Amril sedikit geram.

Ia juga menambahkan bahwa kawasan GOR H. Agus Salim, sesungguhnya bukan lagi sarana olahraga bagi masyarakat.

“Seharusnya Wali Kota sudah memecat kadipora yang tidak paham dan mengerti olahraga ini, walikota nampaknya sudah tertipu dengan tampang lugu kadispora ini. Buktinya fasiltas bagi insan olahraga dan masyarakat tidak lagi menajadi perhatian Kadispora. Ia lebih membutuhkan pedagang yang mau memberikan kontribusi baginya, maka tidak salah lagi, pendapatan lebih penting dari pada kepentigan olahraga,” tutupnya.

– Aries Candra –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *