Terbukti, WNA China Kuasai Pelangai Gadang

oleh -14.406 views

Pesisir Selatan, Sumbartoday.com
Menelusuri kesaksian warga dan masyarakat Pelangai Gadang dalam menguat keberadaan Warga Negara Asing (WNA) Tiongkok China yang ada di Nagari Pelangai Gadang Ranah Pesisir Kec. Balai Selasa Kab. Pesisir Selatan menuai titik terang, Senin (25/2).

Sedikit merekam jejak PT. Dempo yang ada di Pelangai Gadang selama 3 Tahun berdalih dalam pembuatan PLTMH dan Bendungan. Itu semua adalah akal-akalan perusahan tersebut, pantauan Sumbartoday.com Minggu (24/2) yang tidak jauh dari lokasi perusahaan mulai menuai titik terang dengan tidak adanya pembangunan yang selama ini dijanjikan kepada masyarakat setempat.

“Masalah izin perusahaan itu dari pusat dengan proyek PLTMH sampai ke bupati. sepengetahuan saya tidak ada izin dari Niniak mamak, tapi pernah juga dihalangi sama anak kemenakan namun tidak bisa dikarenakan sudah ada izin. Kemudian yang menjadi masalah adalah tanah-tanah sekitar sudah dijual oleh anak kemenakan di pelangai gadang tanpa sepengetahuan niniak mamaknya masing-masing,” papar Uwan (nama samaran-red) saat memberikan informasi kepada sumbartoday.com

Ia menjelaskan, Inilah kesalahan anak-anak kemenakan kita disekitar. Kini timbul masalah baru, apa yang dipermasalahkan itu kalau tanah sudah dijual tentu saja jadi miliknya orang China. Yang heboh lagi sekarang masalah tenaga kerja China itu memang betul adanya, malahan sudah berani mengusir kita mendekat kesana degan alasan tanah ini sudah dijual.

Lebih lanjut dijelaskan uwan, bahwa sudah ada mobil-mobil besar memaksa masuk jalan yang sempit menuju kawasan kampung Pelangai.

“Hebatnya lagi, saat ini sudah ada perempuan WNA China menjadi penerjemah bahasa yang menambah kuat keberadaan warga asing tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan, China datang ke Pelangai Gadang menggunakan alat transportasi Helicopter, saya juga dapat informasi kalau kedatangan Helicopter tersebut langsung dari Jakarta dan tidak ada transit di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), setau saya China yang ada izin sekitar 3-12 orang dan selalu saya perhatikan China ada sekitar 30 orang sedangkan informasi dari kantor camat sekitar 19 orang. Mengenai orang China tersebut selang seminggu atau 10 hari selalu bergantian tapi jumlahnya tetap banyak.

Semuanya sudah jelas dan kenapa warga dan masyarakat di Pelangai Gadang selalu ditutupi dengan permasalahan ini, kalau dikatakan pembangunan PLTMH sedangkan listrik di Pelangai Gadang suda ada dan mirisnya lagi. Cerita awalnya memang ada emas disana dan awal PT. Dempo bekerja sudah dua orang Warga Tiongkok China (WNA) yang mati. Buktinya juga dua kali ambulance masuk kelokasi tengah malam hari, terus disatu lokasi alat berat tidak bisa bekerja dikarenakan tanah yang digeruk keras dan tidak bisa diambil maka dialihkan kelokasi lain.

“Saya meminta kepada para pejabat yang mempunyai hati luhur dan tau kalau panggilan rakyat kecil sudah menangis supaya segera hentikan pekerja china dan pertambangan ini, sebab banyak mudaratnya yang akan terjadi di Pelangai Gadang. Saya, warga dan masyarakat pelangai gadang tidak tau harus mengadu kepada siapa lagi apalagi mengadu ke Pemda Pessel tidak akan ditanggapi dikarenakan semua pejabat Pessel sudah melanggar sumpah jabatanya,” ujar ibuk tersebut

Dan saya yakin apa dikerjakan didalam sana adalah Pertambangan, bukan emas saja tapi uranium yang dikerjakan pada malam hari, logika saja kalau pembangunan PLTMH ataupun Bendungan airnya dialirin kemana,” pungkas ibu tersebut.

-Ricky Ridwan-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *