Tawuran Rutin Ramadhan, Menghantui Warga Pegambiran Kota Padang

Ilustrasi

SUMBARTODAY.COM, PADANG – Seakan tidak mendapat perhatian dan pengamanan dari Pemerintah Kota Padang, aksi tawuran dua kelompok remaja yang setiap tahun, tepatnya dibulan ramadhan dikawasan Banjir Kanal Pengambiran Kota Padang, seakan menjadi agenda rutin, bahkan luput dari pantauan pihak keamanan, Minggu (20/5)

Aksi tawuran yang sudah berlangsung setiap pagi Bulan Suci Ramadhan usai shalat subuh ini, kian meresahkan serta mengkhawatirkan warga setempat. Sebab dua kelompok remaja yang berasal dari dua kampung Pampangan dan Pengambiran ini, sudah membawa remaja-remaja yang diluar kampung mereka dengan menggunakan senjata tajam.

“Ini seperti perang pembunuhan, menggunakan senjata tajam, bahkan sudah ada korban baik dari remaja yang tawuran hingga warga setempat yang kebetulan lewat lokasi tersebut. Kami mulai resah dan khawatir atas tawuran ini, kamana pihak keamanan, mengapa ini dibiarkan saja,” jelas Amir, warga Pengambiran saat ditemui sumbartoda.com, Minggu (20/5)

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa dari informasi yang beredar dimasyarakat bahwa tawuran ini terjadi akibat aksi balas dendam karena dari salah satu remaja yang berasal dari kampung Pampangan terkena bacokan senjata tajam.

“Tawauran ini sudah di mulai dari jam 6 subuh tadi,dengan menggunakan berbagai senjata tajam seperti samurai,golok,rantai,sabit,cilurit bahkan menggunakan petasan besar sehingga banyak yang luka bakar. Tawuran ini sendiri kabarnya dipicu aksi balas dendam karena salah satu rekannya terkena bacokan,” sambung amir.

Hal senda juga dilontarkan Rusdi salah seorang  tokoh masyarakat Pengambiran, yang  juga menyangkan aksi tawuran tersebut.

“Aksi tawuran ini sudah sering kami laporkan kepada pihak kepolisian, namun setiap polisi datang mereka bubar dan melarikan diri, setelah polisi pergi merekapun mengulangi tawuran lagi. Kami warga juga menyayangkan serta meragukan keseriusan pihak kepolisian dalam memberantas aksi tawuran ini yang kian hari menghantui dan menakutkan warga ini,” tegasnya.

Sementara itu  Kapolsek Lubuk Begalung melalui stafnya Ipda Edi Suryandi menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan antisipasi  terjadinya tawuran ini.

“Kami dari Polsek Lubuk Begalung  sudah meningkatkan pengamaanan guna mengantisipasi terjadinya aksi tawuran ini, patroli tambahan dari giat rutin, juga kami tinggkatkan, bahkan beberapa personi juga kami tempatkan pada titik-titik kumpul yang menjadi lokasi tawuran mereka,” jelas Edi kepada sumbartoday.com (Deddy)

Add Comment