Tanaman Rami Segudang Manfaat

oleh -633 views

Padang, Sumbartoday.com
Ternyata Batang tanaman Rami dapat menjadi tanaman alternatif pengganti tanaman kapas yang akan dijadikan Bahan Baku tekstil. Bahkan Batang tanaman Rami dapat dijadikan Bahan pembuatan pupuk, pakan ternak dan beberapa kandungan dapat dijadikan Bahan Baku yang berkhasiat untuk obat obatan. Sekarang Tinggal siapa investor yang mau berinvestasi mengembangkan tanaman Rami ini.

Hal itu terungkap dalam orasi ilmiah Prof. DR. Ir. Reni Mayerni MS dalam Acara Pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Budi Daya Pertanian Universitas Andalas Padang di Aula Gedung Convension Hall Universitas Andalas Padang, Rabu (6/3)

“Tanaman Rami yang dalam bahasa latinnya Boehmeria Nivea (L) Gawd, dapat dijadikan Dan dikembangkan sebagai tanaman Serat Alternatif di Sumatera Barat. Selain cocok dengan jenis tanah juga Cuaca yang sangat mendukung. Tanaman Rami dapat dijadikan tanaman perkebunan Rakyat. Tinggal bagaimana kemauan pemerintah daerah mendorong Dan memotivasi petani,” papar Prof. Reni Mayerni yang dikenal sebagai aktifis perempuan di Sumatera Barat.

Tanaman Rami tidak memerlukan syarat yang rumit lanjutnya, karena mudah tumbuh dimana mana serta memiliki Daya adaptasi yang Tinggi, walaupun ditanam ditanah kurang Subur ataupun kurang air. Tanaman rami juga sangat baik ditanam dilahan gundul atau dilereng ketinggian yang memiliki kemiringan yang besar. Karena rami tumbuh dari tunas akar sehingga dapat tumbuh dan berkembang biak secara berumpun dengan cepat Dan tanaman rami juga dapat digunakan untuk menahan erosi.

Tanaman Rami baleh dikatakan Belum banyak dikenal oleh masyarakat akan tetapi bila dikembangkan dapat menjadi Bisnis andalan yang sangat potensial dan mendatangkan devisa bagi negara. Rami dapat mengurangi ketergantungan pada kapas sebagai Bahan Baku Utama tekstil Antara lain adalah dengan menggunakan Serat alam lainya. Seperti nenas dan abaka.

Industri tekstil di Indonesia Menurut Prof. Reni Mayerni mengalami perkembangan yang pesat akan tetapi tidak sebanding dengan perkembangan tanaman kapas yang produksinya semakin menurun. Sehingga Indonesia Masih mengimpor kapas untuk memenuhi kebutuhan Bahan Baku pokoknya.

Saat ini Indonesia merupakan importir kapas dari negara America Serikat keempat terbesar di dunia.tiada jalan lain kita harus Segera mengembangkan tanaman rami untuk menghentikan ketergantuan import. Sementara kita harus bisa kata Professor yang seharusnya sudah dikukuhkan 11tahun Islam ketika ia masih berusia 40 Tahun.

-Yenni Laura-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *