Tak Terima Putusan Hakim, Keluarga Penggugat Mengamuk

oleh -1.058 views

Dharmasraya, Sumbartoday.com
Sidang sengketa lahan perkebunan yang ke XI kalinya, Andi Sadria (40) warga jorong Seberang Mimpi Kenagarian Gunung Medan, diduga mendapat pukulan dari seorang anak penggugat berinisial SA, di Pengadilan Pulau Punjung, Selasa (19/3).

Usai putusan NO ( Niet Ontvankelijke) dibacakan oleh Ketua majelis hakim Rikatama Budiyantie, SH dalam sidang sengketa lahan antara penggugat SA dengan tergugat Nurmailis.

Anak dari keluarga penggugat SA, inisial AB (30) diduga tak terima dengan putusan hakim, langsung memukul salah seorang keluarga tergugat Andi Sadria (40) di Pengadilan Negri Pulau Punjung.

Keributan berlangsung dalam kantor Pengadilan Negeri Pulau Punjung, begitu keluar dari ruangan sidang, AB langsung memukul mulut Andi Sadria, dengan kesigapan salah satu pegawai pengadilan kejadian pemukulan tersebut dapat dipisahkan, sehingga pukulan kedua tidak mengenai Andi Sadria.

Tidak terima atas peristiwa pemukulan yang dilakukan AB Tersebut, Andi Sadria korban pemukulan langsung membuat laporan pengaduan ke Polres Dharmasraya dengan bukti laporan Nomor LP 42/K/III/2019-Polres

Alvin Ramadhan Nur Luis, AH. MH, Saat ditemui sumbartoday.com mengatakan, ” Benar telah terjadi sedikit keributan, tapi setelah kami jelaskan putusan hakim barulah pihak penggugat mulai memahami, sehingga Anak dari penggugat tersebut meminta Maaf kepada pengadilan dan juga menganjurkan agar kasus pemukulan tadi dapat diselesaikan sebaik-baiknya bersama tergugat AS,” Ucap Alvin.

Ditempat yang sama kuasa hukum Andi Sadria, Tibrani, SH dan Tomi Marjohan, SH. Juga mengatakan pada prinsipnya datang ke pengadilan tentu untuk mencari keadilan karna secara kontitusional hak setiap warga negara mendapat perlindungan hukum yang sama oleh karna itu, kejadian yang semestinya tidak terjadi berujung kepada dugaan perbuatan melawan hukum sehingga adanya laporan polisi oleh korban andi sadria. Lebih lanjut ketua tim kuasa hukum menyerahkan proses adanya dugaan tindakan pidana penganiayaan perbuatan tidak menyenangkan didepan umum akan dapat di disikapi oleh pihak kepolisian agar ada kepastian hukum,” terang Tibrani mengakhiri

-Bambang Suprapto-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *