Setnov Divonis 15 Tahun Penjara, Golkar Menilai Terbaik

Category: Nasional, News 21 0

SUMBARTODAY.COM, JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadap mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Pria yang biasa disapa Setnov itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). “Dijatuhi pidana dengan pidana penjara 15  tahun penjara dan denda Rp500 juta.” kata Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta yang dipimpin oleh Yanto, Selasa (24/4/2018).

Setnov juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi Rp5 miliar yang telah dititipkan terdakwa kepada KPK.

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar serta membayar uang pengganti UD7,4 juta.

Sementara itu Partai Golkar prihatin atas hukuman 15 tahun penjara yang dijatuhi Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kepada mantan Ketua Umumnya, Setya Novanto.

Namun, Partai Golkar menganggap putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta itu merupakan keputusan terbaik.

“Tentu kami sangat prihatin atas vonis Majelis Hakim yang memutuskan vonis 15 tahun untuk Pak Setya Novanto,” kata Ketua bidang Media dan Penggalangan Opini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ace Hasan Syadzily dihubungi wartawan, Selasa (24/4/2018).

Kendati demikian, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Setya Novanto beserta kuasa hukumnya untuk menyikapi putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta itu, apakah bakal mengajukan banding atau tidak. “Apapun keputusan yang diambil Pak Novanto, kami hanya bisa mendoakan agar Pak Novanto tabah dan sabar dalam menghadapi kasus hukumnya,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.

Sementara itu, Koordinator bidang Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai perubahan sikap Setya Novanto yang awalnya tidak mengaku kemudian mengaku perlu diapresiasi. Karena, perubahan sikap pria yang akrab disapa Setnov itu dianggap ikut membantu penegak hukum untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Adapun mengenai putusannya, dia mengaku sangat percaya kepada majelis hakim. Sebab, lanjut dia, tentu hakim mempertimbangkan banyak aspek.

“Termasuk tuntutan dari JPU, keterangan-keterangan saksi kita percayakan pada mekanisme peradilan. Apapun keputusannya itu merupakan keputusan terbaik yang dibuat oleh hakimnya,” ujar Doli dihubungi terpisah.

Sekadar diketahui, selain 15 tahun penjara, Setnov juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Majelis hakim juga mencabut hak politik Setya Novanto selama lima tahun.

sumber:sindonews.com

Related Articles

Add Comment