Seperti Selat Sunda, Sumbar Terancam Tsunami

oleh -1.953 views
Ilustrasi

Padang, Sumbartoday.com
Tebing bawah laut di area Backthtrus Mentawai diduga mengalami longsor tepatnya diantara Kepulauan Mentawai dan Pulau Sumatra, Pesisir Barat Ranah Minangkabau (Sumatra Barat) terancam diterjang tsunami serupa dengan tsunami yang terjadi di Selat Sunda beberapa waktu lalu.

Ade Edward selaku Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatra Barat mengatakan tsunami yang disebabkan longsorang tebing bawah laut bisa menerjang tanpa didahului oleh gempa bumi, sebagaiman dikutip dari Republika.co.id, Senin (31/12/2018).

Disambungnya, longsor tebing bawah laut dapat terjadi oleh pasang surut dengan volume signifikan dan ombak besar. Selain itu, dengan gempa magnitudo kecil juga dapat memicu longsor tebing bawah laut yang menyebabkan tsunami.

“Hal yang harus diwaspadai, longsor bawah laut Mentawai juga dapat menerjang daratan Sumatra Barat tanpa didahului air pantai surut,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi potensi bencana, Ade Edward mengingatkan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bersama instansi terkait untuk selalu memastikan alat pengukur permukaan air laut (tide gauge). Karena, alat ini memiliki fungsi sebagai pendeteksi dini saat ada anacaman tsunami, lanjutnya.

“Tide Gauge dapat merekam terjadi perubahan secara mendadak dan dapat segera memberi waktu untuk masyarakat mengevakuasi diri,” jelasnya.

Disamping itu, Peneliti LIPI Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, terdapat dua ancaman gempa yang bersumber dari laut yaitu Zona Megatrust yang terdapat di sebelah barat Kepulauan Mentawai dan zona Backthrust Mentawai yang terdapat di antara Kepulauan Mentawai dan Sumatra daratan.

“Sumber gempa di Mentawai juga terdapat di antara Siberut dan Padang (Bakcthrust Mentawai). Jika itu terjadi, akan langsung hantam daratan dan lebih cepat,” ujarnya.

Selian itu, analisis dari peneliti Kerry Sieh, Jamie McCaughley dan Ashar Lubis, menyebutkan gempa bumi yang bersumber dari Zona Megathrust akan jauh lebih merusak dibanding gempa yang bersumber dari Backthrust Mentawai. Gempa dari Megathrust bisa mencapai magnitudo 8,8 Skala Richter (SR), sementara gempa dari Backthrust Mentawai diperkirakan tidak akan lebih dari 8 SR.

Untuk itu, Pemerintah provinsi Sumatra Barat tidak lengah melakukan edukasi terkait bencana ini, agar masyarakat dapat mengevakuasi diri ketempat yang lebih tinggi saat gempa besar terjadi di Megathrust, ujar Danny.

sumber:republika.co.id-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *