Sengaja Dibiarkan, Keberadaan Warkel Ditepian Danau Singkarak ini…..

oleh

SUMBARTODAY.COM, TANAH DATAR — Warung kelambu ditepian Danau Singkarak,  tepatnya di jorong Gadang Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, yang keberadaannya semakin bebas dan kian meresahkan masyarakat setempat.

“Kami sudah beberapa kali memberikan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam hal ini pihak Satpol PP, namun hingga saat ini tidak pernah ditanggapi, bahkan seperti ada bekingan, keberadaan warung kelambu tersebut kian berani dan bebas membuka tepat yang diduga kuat sarang maksiat,” jelas Imran (nama samaran-red) salah satu pemuda Jorong Nagari Simawang, kepada sumbartoday.com, Senin (8/7)

Imran juga menjelaskan bahwa keberadaan warung kelambu tersebut sangat berdekatan dengan dengan salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Rambatan.

“Mirinya lagi, tamu-tamu yang datang ketempat mesum tersebut berasal dari luar  Tanah Datar, Sepertinya slogan Kabupaten Tanah Datar sebagai Kabupaten Madani sudah tercoreng dengan keberadaan warung kelambu ini,” sambung Imran.

Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma mengaku kaget akan keberadaan warung-warung yang berada dipinggiran Danau Singkarak sudah beralih fungsi, terutama di Jorong Gadang, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan.

“Saya belum mendapatkan informasi akan keberadaan warung-warung yang beralih fungsi yang diduga sebagai tempat maksiat. saya akan perintah Satpol PP dan instansi terkait untuk menindak lanjuti informasi ini,” jelas Zuldafri Darma, saat ditemui sumbartoday.com pada acara Reuni Akbar SMP 2 Tanah Datar.

Sementara itu  Nuryeddisman, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tanah datar, membantah keras adanya bekingan serta lemahnya pengawasan terhadap tempat-tempat yang diduga sarang maksiat, bahkan tidak menindak lanjuti beberpa laporan dari masyarakat.

“Tidak benar adanya bekingan, bahkan kami sangat merespon setiap informasi yang diberikan masyarakat, buktinya kami sering mengirimkan intel kami kelokasi-lokasi yang diduga tempat maksiat guna mencari informasi benar tidaknya tempat maksiat,” jelas Nuryeddisman, saat ditemui sumbartoday.com dikantornya,  Senin (9/7)

Ia juga menegaskan jika dari informasi intel yang mereka kirim terdapat pelanggaran oleh pengelola, maka pihaknya akan menindak tegas.

“Kita akan bongkar paksa tempat-tempat yang  jelas-jelas melanggar aturan, makanya kami tidak sepakat jika membiarkan setiap pengadukan masyarakat akan tempat-tempat hiburan yang diduga sarang maksiat. Disini kami tidak meminta masyarakat untuk membuat secara resmi laporan mereka, cukup dengan foto dari handphone sebagai bukti, maka laporan tersebut sudah dapat kami tindak lanjuti.”tegasnya. (Fitri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *