Sang Penggerak PKK itu, Telah Pergi untuk selamanya

oleh

Pasaman, Sumbartoday.com
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Kabupaten Pasaman berduka. Istri Bupati Pasaman, Ny. Gustinar Yusuf Lubis (62) meninggal dunia di Rumah sakit Siloam di Jakarta, Selasa (16/10) sekira pukul 23.00 WIB.

Kabupaten Pasaman berduka, sejak selasa malam hingga rabu sore ini begitu banyak dimedia sosial ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan masyarakat Pasaman.

Kabar duka meninggalnya Gustinar Yusuf Lubis, Istri Bupati Pasaman Yusuf Lubis benar-benar membuat Pasaman berduka lara hingga Larut akan memori indah senyum khas dan kebaikan sang penggerak PKK.

Ny. Gustinar telah lama dirawat di rumah sakit di Jakarta, lebih tiga bulan. Beliau terus berjuang melawan sakit kangker usus yang dideritanya.

Salah seorang keluarga Bupati Pasaman, Sarjan Lubis mengatakan, prosesi pemakaman beliau berjalan lancar, almarhumah diberangkatkan dengan pesawat Jakarta – Padang sekitar 7.45 WIB pagi Rabu (17/10) dan Sekitar pukul 10.00 WIB berangkat dari Padang menuju Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.

Kemudian, sesampainya pukul 14.00 WIB di rumah dinas Bupati Pasaman di Lubuk Sikaping. Dan pukul 15.00 WIB menuju Kampung Tongah Kecamatan Rao sampai dirumah duka pukul 16.00 WIB. Selanjutnya pukul 16.30 WIB menuju masjid Nurul Hudha Kampung Tongah untuk di sholatkan dan dikebumikan.

Lahir di Jambi pada 19 Agustus 1955, almarhumah semasa hidupnya beliau telah banyak mengabdikan diri di bidang pemberdayaan perempuan, keluarga hingga masyarakat. Akan tetapi, kehendak Tuhan berkata lain, almarhumah menderita kangker usus sejak setahun terakhir.

Segala pengobatan dijalani, mulai berobat di RSUD Lubuk Sikaping, RS Yarsi Bukittinggi, RS Siti Rahmah Padang hingga akhirnya almarhumah mengakhiri perjuangannya melawan penyakitnya dan menghembuskan nafas terakhir, Selasa (16/10) malam di RS Siloam Jakarta. Kini banyak kenangan manis yang menjadi abadi di tengah masyarakat untuk dikenang.

Asisten pribadi almarhumah, Ria Karlina mengatakan, semasa hidupnya almarhumah menjalani pendidikan dasar di SD Fransiskus Bukittinggi, SMP di Bukittinggi, SMA Lubuk Sikaping hingga lulus kuliah dengan gelar sarjana hukum di Bukittinggi tahun 1978.

“Usai tamat kuliah, almarhumah mendedikasikan diri sebagai PNS di Badan Pemberdayaan Masyarakat Sumbar hingga tahun 2008 dan selanjutnya di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Pasaman hingga 2010,” kata Ria kepada media, Rabu (17/10)

Hingga jalani masa mudanya, Tuhan mempertemukan almarhumah dengan Bupati Pasaman Yusuf Lubis. Bahligai rumah tangga merekapun diarungi. Kini, dalam duka yang mendalam, almarhumah meninggalkan tiga orang anak, Dolly Nurdin Lubis, Fera Susanti dan Tondi Perwira Lubis yang sukses di bidang masing-masing.

Disaat kepemimpinan Bupati Yusuf Lubis, almarhumah dipercayai memimpin tim penggerak PKK Pasaman. Berkat tangan dinginnya, berbagai prestasi berhasil diraih. Mulai dari juara I lomba adminitrasi PKK Sumbar tahun 2017, juara I lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman tingkat Sumbar tahun 2017, juara I pelaksana terbaik posyandu tingkat Sumbar, juara I pelaksana terbaik kegiatan kesatuan gerak PKK-KB Sumbar hingga beberapa prestasi lainnya.

“Kini, almarhumah telah berpulang. Kami berduka, harap kami mohon maaf jika ada kesalahan dan kakhilafan almarhumah semasa hidupnya. Amin,” pungkas Ria.

– M. Afrizal/AMOI –

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *