Raup Fee Hingga 5%, Diduga Kuat Oknum Politisi PKS, Atur Lelang Proyek Pemko Padang

Category: Daerah, News 1.026 0

PADANG, SUMBARTODAY – Gerakan pemerintahan bersih yang dicanangkan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, ternyata tidak dibarengi dengan keingian beberapa pejabat di jajaran pemko Padang itu sendiri, terbukti dengan alih balas budi, para kelompok kerja (Pokja) turuti keingian dan kemauan oknum Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengatur serta memenangkan rekanan yang sudah ditunjuk dalam pelelangan setiap proyek yang ada pada Pemerintah Kota Padang.

Kuat dugaan keterlibatan Alfian, politisi PKS ini dalam pengaturan lelang proyek, tidak diketahui oleh walikota,  karena semua sudah diatur sedemikian rupa sehingga perilaku nakal ini tidak tercium sama sekali.

“Perilaku nakal ini tidak saja merugikan Kota Padang, namun juga merugikan negara. Tidak masuk diakal sama sekali, rekanan yang jelas-jelas kerjanya asal jadi dan amburadul, tetap saja dimenangkan walau sudah memiliki rapor merah. Contohnya saja CV Daffa Arjuna yang sering kali meninggalkan proyek bermasalah, namun tetap menjadi pemenang dalam setiap lelang, ada apa dengan Pokja,” jelas Anggit Koordinator Investigasi LSM Penjara Sumbar ini kepada sumbartoday.com, Rabu (26/7).

Baca: Merasa Sudah Memberikan Fee, CV Daffa Arjuna, Lecehkan Pokja

Lebih lanjut dijelaskan Anggit, terlihat aneh, Jup yang merupakan pemilik CV Daffa Arjuna ini tetap diberikan pekerjaan walau tidak memiliki kelengkapan lelang dengan cara dicarikan CV yang lain agar Jup dapat bekerja.

“Banyak proyek yang dikerjakan Jup ini bermasalah, bahkan setiap proyek yang dikerjakan tidak sesuai bestek, ini sudah meracuni hati warga kota Padang, dan Alfianlah orang yang paling betanggung jawab atas semuanya ini, karena duduga kuat menerima fee hingga 5% dari setiap proyek,” jelas Anggit.

“Semua sudah diatur Alfian, mulai dari meletakan RJ sekretaris PU, hingga menunjuk YG selaku ketua Pokja, guna bisa mendapatkan fee dari semua proyek yang ada di Pemko Padang. Inilah potret buram kota ini, hebatnya lagi konspirasi nakal ini tidak diketahui oleh walikota. Untuk itu kami akan laporkan semua ini ke pihak Kejaksaan serta walikota, kami memiliki semua bukti, bahkan bukti Alfian pernah diperiksa Tipikor Polres Padangpun kita miliki, ” sambung Anggit.

Sementara itu Alfian membantah keras semua itu, dirinya merasa tidak kenal dengan nama-nama yang disebutkan tadi, bahkan menantang pembuktian terhadap dirinya.

“Saya tidak kenal saudara, bahkan nama-nama yang saudara sebutkan tadi sepertinya mengarang,” jawab Alfian kepada sumbartoday.com melalui selulernya. (Cornel)

 

Related Articles

Add Comment