Rampas Mobil Ditengah Jalan, Diduga Kolektor PT. Capella Multidana ini….

oleh

Padang, Sumbartoday.com
Bergaya preman, puluhan kolektor PT. Capella Multidana, diduga kuat melakukan perampasan  satu unit mobil Daihatsu Granmax dengan nomor Polisi BA 9930 FT, yang dikendari  Budi Gismir, dikawasan jalan Prof. DR. Hamka, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Senin (5/11) sekitar pukul 17.05 WIB

Dari informasi yang dihimpun sumbartoday.com dilapangan, kejadian berawal saat Budi dan 2 orang anaknya sedang mengendarai mobil Granmax dikawasan jalan Prof. DR. Hamka. Tepat saat mobil melintasi depan Kantor Capella Medan, tiba-tiba mobil yang dikendarainya dicegat oleh orang yang mengaku kolektornya PT. Capella Multidana.

“Seperti maling, saya dicegat secara tiba-tiba saat suasana jalan ramai dan macet. Dengan tampang bengis kolektor tersebut memaksa saya berhenti dan merebut kunci dari kendaraan saya, sehingga mobil berhenti dengan keadaan melintang dijalan serta  mengakibatkan macet panjang,” jelas Budi saat ditemui sumbartoday.com, Senin (5/11)

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa saat disuruh turun oleh beberapa orang kelektor tersebut, dirinya tidak mau turun, takut akan diperlakukan kasar oleh kelektor-kolektor tersebut.

“Kejadian yang begitu mengerikan ini, tentu saja membuat saya trauma, apalagi kejadian tersebut dilihat langsung oleh 2 orang anak saya yang menangis ketakutan. Ini tentu saja perlakuan yang tidak manusiawi didepan orang banyak yang melihat langsung kejadian,” sambungnya.

Ia juga menerangkan bahwa saat kejadian yang menyebabkan jalan menjadi macet, akhirnya diselesaikan oleh pihak Polsek Padang Utara dengan meminta kunci mobil untuk dapat dipinggirkan agar tidak terjadi macet.

“Anehnya, saat polisi meminta kunci mobil yang dirampas, tidak satupun dari kelektor tersebut yang mengaku merampas kunci, termasuk pimpinan kolektor yang saya ketahui bernama W. Simanjuntak. Namun pada akhirnya salah seorang kolektor yang mengaku bernama Ari, menyerahkan kunci tersebut kepada pihak kepolisian, sehingga mobil dapat diamankan ke Mapolsek Padang Utara,” tukuk Budi.

Merasa diperlakukan tidak manusiawi,  Budi melaporkan kejadian yang menimpa dirinya tersebut ke Polsek Padang Utara dengan nomor laporan No.Pol:LP501/K/XI/2018/Sektor Padang Utara, dalam laporan perampasan mobil.

“Ada keanehan yang saya lihat pada Surat Kuasa dan Surat Tugas dari pada Kolektor tersebut saat diperlihatkan di Polsek, yang mana surat tersebut sangat janggal sekali dari nomor surat yang tertulis bulan sembilan, sedangkan tanggal ditandatangai tanggal 5 bulan sepuluh. Disamping itu pada surat Kuasa terdapat coretan nama yang dipaksakan, begitu juga dengan surat Tugas, yang tidak sejalan dengan surat Kuasa,” tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak PT. Capella Muldidana, tidak bisa dihubungi, bahkan seluler pimpinan kolektor yang dihubungi sumbartoday.com  tidak mendapat respon apapun.

– Afrizal Basri –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *