Proyek Poliklinik RSUD Batusangkar, Diduga Beraroma Korupsi

oleh -973 views

Tanah Datar, Sumbartoday.com
Diduga tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan, proyek pembangunan Poliklinik RSUD. Prof. Dr. M Hanafiah SM Batusangkar, terhenti dan diputus kontrak oleh pejabat terkait.

Dari informasi yang didapat sumbartoday.com dilapangan, terhentinya proyek Sementara itu pembangunan gedung poliklinik yang di danai APBD Tahun 2018 (DAK) senilai Rp. 27.040.304.040,14  tersebut dikarnakan ketidak mampuan PT. Tanjung Nusa Persada selaku kontraktor untuk menyelesaikan proyek yang memakan waktu 6 bulan tersebut.

“Tentunya sangat kecewa kepada kontraktor ini. Tentunya juga sangat disayangkan gedung yang representatif yang kita bangun tidak sesuai dengan harapan. Namun jika terus kita laksanakan pembangunannya tentu akan menelan biaya lagi,” terang Atosra, Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditemui sumbartoday.com diruang kerjanya, Selasa (22/1).

Lebih lanjut dijelaskan Atos, bahwa rencana pembanguna proyek tersebut akan rampung dalam waktu 6 bulan kerja, namun sampai batas waktunya baru dapat dikerjakan sebanyak 42 persen.

“Sudah menjadi keputusan untuk tidak melanjutkan pembangunan Poliklinik ini, tentunya dengan batas waktu yang tidak dapat dipastikan. Memang sangat disayangkan, namun apa boleh buat, bisa jadi tempat ini hanya untuk ajang uji nyali jika tidak dilanjutkan,” candanya.

Sementara itu Dayat, penggiat anti korupsi dan pemantauan kebijakan pemerintah yang juga sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Indonesia Kabupaten Tanah Datar, mengkritik keras atas terhentinya proyek yang menelan anggaran daerah tersebut.

Menurutnya pihak Unit Pelayanan Penggadaan (ULP) melihat jelas dan dapat memastikan siapa kontraktor yang profesional dalam memenangkan lelang proyek pembangunan Poliklinik tersebut.

“Kami melihat ini hanyalah akal-akalan dari ULP saja. Proyek ini sarat dengan kepentingan, tidaklah mungkin rasanya proyek ini dikerjakan oleh perusahaan yang tidak bonafit dan abal-abal, tanpa ada permainan dibelakannya. Untuk itu kami akan usut kasus ini, sebab kami yakin ada aktor yang bermain dalam proyek ini,” tegas Dayat saat ditemui sumbartoday.com disekretariat LSM Penjara, Selasa (22/1)

– Fitri Rahayu Loetan –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *