Proyek Jembatan Lubuk Gadang Palembayan, Diduga Banyak Penyimpangan

oleh

Agam, Sumbartoday.com
Keseriusan PT. Sinatria Inti Surya(SIS) selaku kontraktor pelaksana yang mengerjakan kelanjutan proyek Jembatan Lubuk gadang dipertanyakan. Pasalnya, tidak terlihat kemajuan proyek tersebut sejak pengerjaannya dimulai lagi Senin, 26/11 lalu, usai terhenti selama dua minggu.

Menurut Ketua Umum Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Palembayan (GPPKP) Rusman Hakim, PT. Sinatria Inti Surya selaku pemenang tender proyek senilai Rp 4.822.462.000 miliar itu, seperti sengaja melakukan kelalaian, untuk itu pihaknya mendesak Dinas PUPR Sumbar agar menindak tegas kontraktor-kontraktor tersebut.

“Kami masih meragukan selesai pengerjaan Jembatan lubuk gadang sesuai target pengerjaan 210 hari. Sebab progres fisik jembatan tersebut masih minim. Hanya satu digit dari sejak pengerjaan lanjutan dimulai,” terang Rusman Hakim, saat ditemui sumbartoday.com, Jumat (30/11)

Disamping Dinas PUPR Sumbar, GPPKP juga mendesak anggota DPRD dapil ll Kabupaten Agam dan DPRD Sumbar Dapil Kabupaten Agam, untuk tidak bungkam serta tinggal diam akan terhentinya pengerjaan Jembatan Lubuk gadang Jalan Provinsi di Kecamatan Palembayan, agar masyarakat tidak menduga duga adanya permainan dalam pengerjaan jembatan tersebut.

“Bagi caleg, saatnyalah turun dan bersuara membela kepentingan masyarakat banyak, sebab cukup banyak aspirasi masyarakat yang bisa di bantu baik perkonomian, sosial dan pendidikan yang masih perlu kontrol sosial di bandingkan hanya sekedar pilih saya dengan teriakan tampa peran di lapangan,” Rusman Hakim.

Sementara itu Zulkifli, selaku kontraktor yang dihubungi sumbartoday.com melalui selulernya menjelaskan bahwa terhenti pengerjaan jembatan tersebut terkendala masalah modal. Menurutnya akibat tersendatnya dana, maka pengerjaan proyek tersebut agak terhenti.

‘Beberapa minggu sebelumnya memeng terkendala dengan pembayaran gaji pekerja atau tukang, Insyaallah senin depan akan kita semua pekerja siap melanjutkan dan menyelesaikan proyek jembatan tersebut,” terang Zulkifli.

Senada dengan Zulkifli, Pimpinan proyek Yurizal, yang juga selaku  PPTK PUPR Sumbar, juga megaskan bahwa pekerjaan jembatan tersebut memang terkendala dalam hal pembayaran gaji pekerja. Dimana pengerjaan yang terhenti pada dua minggu yang lalu.

“Penyandang dana Kontraktor ini mengalami kemalangan,  Insya Allah, senin depan proyek pembangunan jembatan ini dapat dilanjutkan,” ucapnya melalui seluler.

Sebelumnya, kalangan tokoh masyarakat setempat mengaku pesimis proyek jembatan lubuk gadang yang menghubungkan Pasaman Barat ke Matur dan Bukittinggi, tersebut dapat  selesai sesuai target yakni dalam tahun 2018 ini.

Datuak Palimo, ngotol dan kesal dengan Janji-janji,

“Tidak ada yang dapat dipastikan dalam pembangunan ini, dari senin sampai kesenin depannya, semua hanya janji-janji palsu, sepertinya kita ini hanya dihibur dan dirayu oleh janji-janji mereka. Ini sudah diakhir tahun 2018, namun pengerjaan belumlah 50 persen, mana munkin dapat selesai tahun ini,” pungkas Datuak Palimo, tokoh masyarakat setempat yang akrab dipanggil Aleck, kepada sumbartoday.com

– ST/Budi Adrian –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *