Polemik Komisi Agen, Pembangunan Hero Swalayan Terancam Batal

Category: Uncategorized 192 0

PADANG, SUMBARTODAY – Menyikapi sanggahan yang dikeluarkan  manajemen Hero Swalayan melalui Divisi External Communication, yang mana menjelaskan bahw pihaknya tidak memiliki perjanjian apapun dengan agen yang ada dikota Padang perihal pembelian lahan untuk pembangunan Hero Swalayan, bahkan pihak Hero juga mengaku Lokasi yang akan dibangun tersebut bukanlah terletak dikawan Aru Lubuk Begalung Kota Padang ini akhirnya ditanggapi serius oleh Agus Mardison yang merupakan agen tanah yang menawarkan lahan guna pembangunan Hero Swalayan tersebut.

“Apapun bentuk pernyataan yang disampaikan pihak Manajemen Hero Swalayan, kami rasa hal yang normatif saja, sebab harus kami akui, kami tidak langsung berurusan dengan manajemen Hero Swalayan, dan mungkin ini kelalain dari pihak kami. Namun perlu juga diketahui bahwa yang datang kepada kami orang-orang yang katanya mewakili manajemen Hero Swalayan. Seperti yang pernah saya ucapkan pada media ini, sekitar pertengahan tahun 2015 lalu Rio yang mengaku perwakilan Hero Swalayan wilayah Pekan Baru Riau, meminta kepada Rusli untuk mencarikan tanah seluas 4 hektar di Kota Padang guna membangun Super Market Hero. Singkat kata setelah dilakukan pencarian, kami dapatkan sebidang tanah yang luasnya seperti yang diinginkan oleh pengelola Hero tersebut. Negosiasi akhirnya kami lakukan dan didapati kesepaktan bahwa pihak pemilik tanah akan memberikan fee sebesar Rp 100 ribu permeternya kepada kami begitupun pihak pembeli dalam hal ini Hero Swalayan,” jelas Agus kepada sumbartoday.com, Sabtu (14/10)

“Setelah kami dapatkan fotocopy dari sertifikat ini dan menyerahkannya, kabar pembelian tersebut tidak ada lagi dan hilang begitu saja, barulah belakangan pada tahun 2016 lalu kami dikagetkan melalui pemberitaan dikoran bahwa super market besar bernama Hero swalayan akan dibangun di Kota Padang, tepatnya dilokasi yang kami tawarkan tersebut. Agar tidak penasaran, kamipun menemui Riko, Surya, Irwan dan Doni yang merupakan tim investigasi Hero Swalayan di Jakarta, dan menjelaskan duduk persoalannya. Dari hasil pembicaraan tersebut merekapun berjanji akan mengurus penyelesaian komisi agen ini sampai selesai,” ucap Agus yang juga Ketua Kaderisasi Ormas Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Provinsi Sumatera Barat ini.

Lebih lanjut ditegaskan Agus, agar masalah ini menjadi terang benderang, pihaknyapun meminta kepada pemerintah dalam hal ini Walikota Padang, agar menunda dahulu pembangunan Hero Swalayan tersebut.

“Sangat kita pahami bantahan yang disampaikan oleh pihak Hero Swalayan, bahwa mereka tidak memiliki perjanjian apapun dengan agen, tapi itu tidaklah menjadi persoalan bagi kami, yang jelas hal ini akan kami pertanyakan kepada Bapak Walikota atas kebenaran dari semua ini. Kami meminta kepada walikota agar menunda dahulu pembangunan Hero Swalayan tersebut, sebelum adanya penyelesaian tentang komisi agen ini, jika tidak diselesaikan, bukannya kami mengancam kami akan mengerahkan ribuan massa kami untuk memaksa walikota mencabut izin dari Hero tersebut. Kami sangat paham ada oknum-oknum yang coba bermain dengan kami. Silahkan saja jika itu kemauan mereka, kami ini merupakan orang lapangan, jika mau berdamai duduk bersama secara baik tentunya menjadi pilihan bagi kami, namun jika oknum-oknum tersebut menginginkan cara premanisme, kamipun siap melayaninya, sebab kami hanya menuntut hak kami berupa kompensasi dari hasil usaha kami, bukannya meminta begitu saja,” tegas Agus. (AdF)

 

Related Articles

Add Comment