Peduli Bencana Sulteng dan Sumbar, KPSBM Gelar Penggalangan Donasi

oleh

Jakarta, Sumbartoday.com
Peduli akan musibah bencana Palu, Sulawesi Tengah dan beberapa bencana di Sumatera Barat, Komunitas Pencinta Seni Budaya Minang (KPSBM) Indonesia, gelar penggalangan donasi di Pasar Proyek Bekasi, Rabu (17/10)

Menurut Operudi Elka Putra, selaku pendiri komunitas ini, menjelaskan bahwa keberadaan KPSBM ini merupakan upaya pengumpulan para pecinta seni dan seniman Minang dari lintas generasi.

“Kita memahami, banyak sekali para pencita dan pekerja seni ada di Sumatera Barat, belum mendapatkan wadah yang tepat dalam mencari dan melihat keberadaan seni  itu sendiri, untuk itu sebagai penampung aspirasi tersebut, maka kita berupaya mengakomodir semuanya dalam wadah KPSBM ini,” terang Operudi, saat ditemui sumbartoday.com, disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut dijelaskananya, bahwa disamping mengakomodir kegiatan dari para pencinta seni Sumatera Barat ini, kami juga banyak melalukan kegiatan-kegiatan sosial, seperti yang kami lakukan saat ini dalam penggalanan donasi untuk korban bencana.

“Tentunya tujuan kita sebagai komunitas, mencoba mengetuk pintu hati para donasi, agar mau memberikan sedikit rezkinya, untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana, baik di Palu Sulteng, maupun dikampung kita sendiri, Sumatera Barat,” ucap pria yang komunikatif ini.

Ia juga menegaskan bahwa  rasa empati dan kepedulian kita terhadap sesama, juga menjadi  program konsen dari komunitas ini.

“Disamping penggalngan donasi, kami juga akan mengundang Wakil ketua DPR RI, Bapak Fadlizon, yang juga merupakan putra minang yang juga memiliki bakat seni dan menjadi ketua Ikatan Keluarga Minang, untuk dapat memberikan motivasi serta dorongan untuk komunitas ini” tutupnya.

Senada yang disampaikan Opie, Muhammad Zajuli yang juga merupakan pendiri komunitas ini juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi  akan keberadaan KPSBM ini. Menurut lelaki yang akrab dipanggil  ‘Mak Uniang Zul’ ini keberadaan suatu komunitas tentunya tidak lepas dari rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

“Kita menyadari bahwa pentingnya rasa persaudaraan dan kekeluargaan, dan hal ini sudah ditanamkan sejak dulu oleh para orang tua kita di Minangkabau. Untuk itu sebagai komunitas seni, tentunya kita berharap budaya seni minangkabau dapat bertahan sampai pada generasi anak cucu kita nantinya,” tukuk Mak Uniang.

Tidak saja di Bekasi, penggalanan donasi bencana ini juga dilakukan diberbagai tempat seperti Pasar Tanah Abang dan pasar-pasar lainnya.

– Rizal Basri –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *