Oknum Petugas Disparbud Kota Padang, Diduga Lakukan Pungli

SUMBARTODAY.COM, PADANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, kembali berulah. Belum usai kasus dugaan tiket palsu yang tidak  terperforasi  (kode kacis berlobang-red), yang kasusnya seperti dihilangkan, sekarang muncul dugaan pungli yang dilakukan petugas pintu gerbang objek wisata Pantai Air Manis Kota Padang beberapa waktu lalu.

Informasi yang didapat sumbartoday.com, kejadian berawal saat rombongan mahasiswa  sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Padang dengan jumlah 30 orang yang menggunakan 15 sepeda motor, berwisata kepantai Air Manis pada tanggal 21 Mei 2018 lalu.

“Saat kami memasuki gerbang, kami diminta untuk membeli tiket seharga Rp 5000 perorangnya. Berhubung kami banyak, maka kami meminta kepada petugas agar diberikan keringanan masuk atau diskon. Petugas tersebut akhirnya menyetujui dengan memberikan harga sebesar Rp 140 ribu kepada rombongan kami dengan memberikan 19 tiket masuk,” jelas Romi (nama samaran-red) saat dihubungi sumbartoday.com

BACA : Dinas PariwisataKota Padang Diduga Kuat Gunakan Karcis Ilegal

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa saat rombongan sampai didalam, mereka dicegat dan ditanya oleh bebebara anggota satpol PP Kota Padang tentang berapa harga tiket masuk untuk rombongan.

“Tanpa curiga kami menjelaskan kepada anggota satpol PP tersebut, bahwa kami berjumlah 30 orang dengan membayar Rp. 140 ribu. Saat ditanyakan berapa jumlah karcis yang diberikan, kami menyerahkan 19 karcis yang diberikan petugas gerbang pantai air Manis, sehingga satpol PP tersebut langsung menanyakan kepada petugas gerbang dan merekam kejadian tersebut,” terang Romi.

Senanda dengan Romi, Arman juga pernah mengalami hal serupa beberapa bulan yang lalu. Menurut Arman pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang ini, seperti sengaja bermain dalam penjualan karcis tersebut. Sebab bebarapa kali adanya dugaan pungutan liar ini seperti tidak diproses olah dinas terkait.

“Beberapa bulan yang lalu saya dan 4 orang teman dari Bukittinggi datang ke Pantai Air Manis ini. Saat masuk gerbang saya membayar karcis untuk 5 orang, namun hanya 3 karcis yang diberikan kepada kami, dan hal ini sudah kami laporkan tapi tidak ada penindakan sama sekali, bahkan penjaga gerbang tersebut tetap difungsikan. Inilah kecurigaan kami kepada Kepala Dinas yang diduga kuat ikut bermain dalam hal ini,” jelas Arman kepada sumbartoday.com.

Sementara itu Medi Iswandi, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, membantah keras dirinya terlibat dalam pungutan liar tersebut, Menurut Medi, semua yang terlibat pungli akan diproses sebagaiman aturan yang berlaku.

“Tidak benar saya terlibat dalam pungli tersebut, pegawai yang terlibat pungli saat itu sudah diperiksa dan diskorsing selama 2 Minggu tidak boleh ditugaskan, nilai point yang sudah diraih akan dipotong dan setelah itu kami tempatkan 1 orang pengawas untuk memeriksa karcis pengunjug,” jelas Medi melalui whatappsnya kepada sumbartoday.com, Jumat (25/5)

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah menginformasikan jika pegawai yang sudah 3 kali melakukan hal serupa akan diajukan ke Inspektorat, sedangkan untuk pegawai honor akan diberhentikan.

“Saat ini kami sudah meminta bantuan kepada Inspektorat untuk membantu mengawasi dan meminta secara acak kepada pengunjug tentang karcis yang mereka terima,” jelas Medi. (Deddy)

 

Add Comment