Mediasi Warga Dengan PT. AWB, Akhirnya Menemukan Titik Terang

oleh -287 views

Dharmasraya, Sumbartoday.com
Mediasi Perusahaan PT. Andalas Wahana Berjaya (AWB) di gedung pertemuan Umum (GPU) Nagari Koto Padang Kecamatan Koto Baru berjalan alot, Sabtu (2/2).

Dalam mediasi antara perusahaan dengan masyarakat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pertanian Syamsul Bahri, SPKP, Kapolres yang diwakili Waka Polres, Camat Koto Baru dan juga dihadiri oleh pihak perusahaan yaitu Humas PT. Andalas Wahana Berjaya (AWB), Jhanson Parliatan dan Saksi dari pihak pabrik Amelia, Niniak mamak seluruh tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Musyawarah dan diskusi antara warga dengan pihak perusahaan berjalan alot, dengan mendapatkan kesepakatan dengan pihak PT. AWB dan persetujuan antara kedua bela pihak sudah diterima oleh Humas Perusahan.

Berdasarkan hasil musyawarah masyarakat Nagari Koto Padang dengan pihak manajemen PT. AWB di Gedung Serba Guna Nagari Koto Padang yang dihadiri oleh Pemkab Dharmasraya, pemerintahan Nagari, Niniak Mamak dan tokoh Pemuda menghasilkan tuntutan masyarakat Nagari Koto Padang sebagai berikut:

  1. Pihak manajemen pabrik AWB hanya mengabulkan tentang permintaan karyawan dari kesepkatan semula 14 orang hanya dapat diterima 4 orang pada tahap pertama paling lambat tanggal 15 februari 2019 dan 10 orang diterima pada tahap berikutnya.
  2. Pihak manajemen pabrik AWB setuju dan menerima usulan Nagari Koto Padang 40% total dari seluruh karyawan yang bekerja di pabrik dan manajemen pabrik AWB berasal dari masyarakat Koto Padang.
  3. Apabila ada dari masyarakat Nagari koto padang yang berhenti dari pabrik PT. AWB, maka pihak perusahaan akan mencarikan pengganti dari masyarakat Nagari Koto Padang.
  4. Pihak manajemen pabrik AWB setuju memberikan dana CSR sebesar Rp.50.000.000, minimal pertahun terhitung dari tahun 2018 dan selanjutnya berdasarkan kemampuan Perusahaan PT. AWB.
  5. Perusahan pabrik, pihak manajemen setuju bongkar muat diadakan jika pabrik sudah menerima buah umum maka akan dapat dipertimbangkan.
  6. Penyaluran CSR akan melalui rekening Nagari dan penggunanya akan diatur melalui Anggaran Belanja Nagari (APB).
  7. Manajemen pabrik AWB tidak pernah menjalin kerja sama dengan pihak lain atau pun organisasi-organisasi masyarakat manapun terkait dengan pungutan yang melanggar Undang-undang di NKRI.

“Sejak awal perusahaan ini berdiri sampai sekarang saya selalu berupaya dengan baik dalam menyikapi tuntutan warga dan masyarakat yang berkaitan dengan perusahaan, namun secara tuntutan saya tidak bisa mengambil keputusan, karena bukan wewenang kami, oleh sebab itu sesuai tuntutan masyarakat yang 7 item dibubuhi tanda tangan, akan kami berikan kepimpinan kami dan kami mohon tunggu dua minggu, hasilnya akan kami kabari setelah dua minggu,” kata Jhanson.

Perusahaan sangat bertanggung jawab atas apa yang di tuntut masyarakat sesuai perjajian dengan pihak pabrik mula awal pabrik berdiri. Begitupun jhanson akan menyampaikan kepada atasan atas 7 poin permintaan masyarakat Nagari Koto Padang,

“Selaku Humas Perusahaan secara transparan dan jujur menyampaikan bahwa perusahaan akan menerima dengan sangat baik tututan masyarakat Nagari Koto Padang atau menyampaikan aspirasinya dengan harapan kedepan semoga usaha kita bersama berjalan dengan baik, bila perusahaan beruntung maka kita semua juga beruntung,” imbuh Jhanson kepada masyarakat.

Adanya tanda tangan dari wali nagari setempat, beserta tokoh masyarakat,
pemuka pemuka masyarakat, tokoh pemuda, beserta kepala jorong.

“Bahwa pada Rabu (30/1), saya tidak berada di tempat, seperti sekarang saya Juga datang ke Nagari Koto Padang menjemput aspirasi masyarkat, hanya saja ada kawan-kawan yang bilang saya kabur, makanya saya luruskan bahwa saya bukan kabur pada saat itu, tapi saya benar-benar tidak di tempat disaat masa mendatangi perusahaan,” pungkas Jhonson pada sumbartoday.com

Rapat kedua mulai dari jam 9.00 wib selesai jam 14.00 wib, dengan mendapatkan kesepakatan antara masyarakat dan perusahaan yang telah tertuang dalam bentuk tuntutan masyarakat dengan dibubuhi tanda tangan dari dua belah pihak.

-Bambang Suprapto-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *