Mayjen TNI (Purn) Amrin : Prabowo Sosok yang layak Memimpin Indonesia

oleh -7.611 views
Mayjen TNI (Purn) Drs. Amrin, M.AP

Padang, Sumbartoday.com – Pensiun dari dunia militer tidak membuat Mayjen TNI (Purn) Drs. Amrin M.AP, melepaskan semua  tanggung jawab. Sebagai masyarakat dari negara yang berdaulat, tentunya tanggung jawab tersebut terus menjadi bagian penting dari dirinya, apalagi dunia militer yang menempa dirinya untuk menjadi petarung yang setiap saat siap dipanggil demi membela negara akan terus ditanamkan dalam dirinya

Ditemui sumbartoday.com dirumahnya kawasan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, mantan Komandan Korem 032 Wirabraja Sumatera Barat ini, memberikan pandang luas akan arti dari persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Saya pensiun dari dunia militer terhitung sejak 1 Februari 2019 lalu. Dan Alhamdulillah, negara memberikan apresiasi bintang dua atas semua pengabdian saya didunia militer selama ini. Secara formal maupun administrasi, tentunya saya sudah selesai mengabdi, namun walaupun tidak lagi di TNI, pengabdian tersebut tetap saja ada dan tidak pernah putus serta habis. Kita sudah terbiasa dalam hal pengabdian tersebut tanpa pamrih, jika sudah berbicara untuk kepentingan bangsa dan negara, maka yang lainya  menjadi nomor dua, termasuk anak dan istri,” ucap lelaki lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1985 ini, kepada sumbartoday.com, Rabu (6/7)

Amrin juga menerangkan, bahwa keprihatinannya terhadap situasi dan keadan bangsa saat ini mulai mengkhawatirkan dirinya. Ia menilai banyak sudah persoalan-persoalan bangsa yang tak kunjung terselesaikan bahkan cendrung berpihak kepada asing, jelas akan menguras rasa persaudaraan diantara sesama anak bangsa.

“Terpanggil untuk pengabdian kepada bangsa, sejak pensiun dari TNI, saya bergabung dalam suatu wadah yang dinamakan Purnawiran Pejuang Indonesia Raya (PPIR) yang merupakan wadah sayap dari Partai Gerindra Pimpinan Prabowo Subianto. Kita purnawirawan  TNI dari seluruh tanah air yang tergabung dalam wadah ini, merasa terpanggil agar dapat berjuang demi keutuhan bangsa dan negara yang menurut kami,  sejak kepemimpinan presiden Joko Widodo, harga diri bangsa kian terendahkan. Inilah salah satu kekhawatiran saya. Sebab menurut pandangan pribadi saya, Presiden Joko Widodo ini tidak memiliki kemampuan dalam memimpin bangsa yang besar ini. Disamping itu pada era saat inipun, banyak sekali isu-isu yang dapat saja bermuara pada perpecahan anak bangsa. Seperti isu agama, PKI serta banyak lagi lainnya,” jelas lelaki kelahiran Kota Padang ini.

Ia juga berpandangan bahwa untuk menghidari hal-hal yang akan merusak keutuhan negara, tentunya pergantian pimpinan melalui mekanisme konstitusional dalam pemilu mendatang diharapkan berkeadilan yang intinya dapat menjadi penentu masa depan Indonesia kedepan.

“Dalam era demokrasi ini, kita sudah berhak memilih dan menentukan sendiri nasib bangsa kita, termasuk memilih pemimpin. Dari kacamata pribadi saya Prabowo memang pantas memimpin bangsa ini. Saya juga mengapresiasi masyarakat kampung saya Sumatera Barat, atas penolakan Islam Nusantara yang notabene berpotensi memecah belah bangsa kerukunan umat muslim. Sumatera Barat mayoritas penduduk muslim dan memiliki kultur budaya yang erat kaitaanya dengan nilai-nilai agama islam, oleh sebab itu jika  Prabowo kalah pada pemilu nanti, dapat dipastikan Islam Nusantara akan berkembang.  Hal ini juga menjadi motivasi saya pulang kampung, tentunya dengan harapan dapat memberikan sedikit sumbangsih saya dengan memperjuangkan kemenangan Prabowo Subianto pada pemilu mendatang. Selama saya menjadi TNI, walaupun tidak berada langsung dibawah pimpinan beliau (Prabowo-red), sebagai pimpinan, beliau sangat  totalitas dalam mendahulukan kepentingan pasukannya, bahkan uang pribadi ia relakan untuk kemajuan dan kemakmuran institusi yang dipimpinnya. Beliau tidak mau harga diri lembaga yang dipimpinnya  direndahkan bahkan dilecehkan, semua dilakukan betul-betul mengabdi untuk negara,disinilah saya melihat jiwa kepemimpinan Prabowo yang  juga negarawan tersebut.,” ucapnya

Lebih lanjut menurut pandangan dari lelaki yang komunikatif dan asyik diajak bicara ini menjelaskan bahwa dibawah wadah PPIR, dirinya akan total untuk mendukung atas kemenangan Prabowo.

“Saya menyadari, saat ini negara seperti diperdagangkan, banyak tenaga asing masuk kenegara kita dan hal ini seperti diamini sendiri oleh pemerintah, sementara putra-putri bangsa kita merebut untuk mencari pekerjaan yang mungkin saja hanya menjadi impian, sebab lumbung-lumbung pekerjaan sudah diisi oleh tenaga asing. Untuk itu saya menghimbau kepada sanak saudara serta masyarakat Sumbar umumnya, hendaklah kita berfikir jernih, jangan mau diadu domba bahkan dipecah untuk kepentingan sesaat. Disamping itu saya juga menghibau serta mengajak kepada seluruh aparat penyelenggara negara, baik Polri, Kejaksaan, Apartur Sipil Negara serta penyelenggara pemilu, hendaknya besikap netral dengan tidak memihak kepada salah satu kandidiat, janganlah menggunakan kekuasan dan jabatan serta anggaran negara hanya untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Ingatlah kedepan nanti, akan nasib anak cucu bangsa kita yang menderita akibat kecurangan kita hari ini, ” tutup lelaki yang hobby olahraga ini.

– Mukhlis –

Mayor Jendral TNI (Purn) Drs. Amrin, M.AP
Lahir di Padang 7 Januari 1961
Akademi Militer (Akmil ) Tahun 1985

Jabatan yang Pernah Dilalui
– Komandan Batalyon Kostrad
– Komandan Kodim Aceh Tengah
– Asisten Operasi Divisi 2 Kostrad
– Komandam Korem 032 Wirabraja Sumbar
– Irdam I / Bukit Barisan
– Inspektur Kemenkopolhukam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *