‘Main Bagak’, Satpol PP Kota Padang Sikat Pemilik KTP

oleh -11.729 views

Padang, Sumbartoday.com
Perlihatkan arogansi serta kehilangan akal, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, lakukan penangkapan pekerja serta tamu pada tempat hiburan malam yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tindakan yang dilakukan pasukan penegak perda dibawah pimpinan yang baru Al Amin, ini terkesan ‘main bagak’ tanpa melalui prosedur yang jelas.

“Tindakan ini sangatlah tidak manusiawi, saya dicegat dan diperiksa, layakanya seorang penjahat. Walau sudah memperlihatkan kartu identitas seperti yang mereka minta dan periksa, namun tetap saja digelandang ke kantor mereka dengan alasan KTP saya diluar Kota Padang,” jelas Mirna (nama samaran-red) yang ditemui sumbartoday.com, saat melakukan laporan kepada pihak berwajib atas tindakan yang menghinakan dirinya, Jumat (15/1)

Mirna yang saat itu hanya tamu dan hendak pulang pada suatu tempat hiburan malam ini mengaku kesal dan kecewa atas penangkapan dirinya yang merasa tidak memiliki kesalahan tesebut.

“Kota Padang merupakan bagian dari Indonesia, masa kita masuk Kota Padang harus wajib  memiliki KTP Padang, apalagi saya hanya tamu dan hendak pulang sekitar pukul 1.00 WIB. ini seperti akal-akalan dan sungguh menghinakan saya. Hebatnya lagi, setelah ditangkap, saya tidak langsung dibawa ke Kantor Satpol PP, malah dibawa keliling-keliling terlebih dahulu, sangatlah menyakitkan bagi saya,” terang Mirna.

Ia juga menjelaskan bahwa saat dibawa keliling-keliling, dirinya juga mendapati tindakan arogan satpol PP yang menangkap seorang wanita penghuni kos-kosan yang sedang tidur yang memiliki KTP diluar kota Padang.

“Tidak satupun petugas dari Satpol PP memberikan keterangan atas dasar apa penangkapan terhadap dirinya. Saya baru dibebaskan setelah pukul 10.00 WIB, itupun setelah ada jaminan dari pihak luar dan membuat keterangan data diri. Harga diri saya sangatlah direndahkan, untuk itulah saya melaporkan kejadian yang menimpa saya ini kepada polisi, bahkan walikotapun akan saya laporkan atas arogansi Satpol PPnya,” tegas Mirna kesal.

Senanda dengan Mirna, seorang tamu lainya yang luput dari penangkapan tersebut karena memiliki KTP Padang, merasa kaget dan aneh atas tindakan yang tidak biasa dilakukan Satpol PP Kota Padang ini. Menurut Agusmar (nama samaran-red), bahwa penangkapan tersebut pastilah dilakukan jika ditemukan pengunjung dan pekerja tempat hiburan malam yang tidak memiliki kartu identitas.

“Saya melihat Satpol PP yang dipimpin Al Amin selaku kasatnya yang baru ini, seperti tindakan membabi buta dan memperlihatkan kebodohannya, atau mungkin sedang mencari muka kepada bosnya walikota. Aneh saja saya lihat, semua yang ditangkap rata-rata memiliki KTP, memang bukan KTP Padang. Tapi ini bukan negara lain yang jika tidak memiliki KTP setempat langsung ditangkap. Sangat bodoh saya lihat. Bagaimana mungkin walikota dapat menunjuk pejabat yang kami rasa kurang akal ini, atau mungkin ada permainan dibalik jabatan ini,” tegas Agus yang juga penggiat lingkungan hidup ini kepada sumbartoday.com.

Sementara itu Kasat Pol PP Al Amin, membantah bahwa pihaknya melakukan penangkapan secara membabi buta. Menurut mantan kadis Lingkungan Hidup ini, satuannya hanya menertibkan pengunjung serta pekerja tempat hiburan yang tidak memiliki identitas Kota Padang.

“Kami hanya meminta keterangan kepada mereka, mengapa sampai larut malam masih ditempat hiburan malam, apalagi tidak memiliki KTP Padang. Untuk itulah mereka kami amankan, namun setelah mendapat keterangan mereka kami lepas kembali, tentunya ada pihak penjamin yang menegaskan bahwa mereka memang tidak melakukan apa-apa,” jelas Al Amin, kepada sumbartoday.com melalui selulernya, Sabtu (16/2)

– Ricky Ridwan –  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *