Kader HMI Sumbar, Desak Kapolri Tangkap dan Adili Ahok

Category: Daerah, Kejadian 47 0

demo-1-660x330

PADANG, SUMBARTODAY – Desak Presiden Jokowi, tangkap dan adili Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), menjadi tuntutan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Sumbar, Jumat (11/11).

Disamping itu ratusan kader HMI Sumatera Barat ini junga mendesak Kapolri Tito Karnavian, memeriksa dan menindak Kapolda Metro Jaya, Mochamad Iriawan, yang mengeluarkan pernyataan berbau tuduhan dengan menyatakan HMI sebagai provokator.

“Pernyataan Kapoda Metro Jaya tersegut sangatlah tendensius, HMI tidak pernah melakukan provokasi apalagi dikatakan provokator,” ujar seorang orator unjuk rasa tersebut.

Dibawah guyuran hujan lebat, demo belangsug damai, didepan gerbang Mapolda Sumbar, dengan kawalan aparat kepolisian yang juga basah kuyup akibar hujan.

Menurut Nofria Rezki, Ketua HMI cabang Padang, pihaknya meminta aparat kepolisian agar dapat  mendengarkan  aspirasi mahasiswa ini. “Jangan kami ditudu Provokator, karena kami hanya menyampaikan aspirasi,” ucap Rezki kepada sumbartoday.com disela-sela unjuk rasa.

Reski menjelaskan bahwa dengan aksi demo 4 November, HMI se-Sumatera Barat beserta Ormas Islam lainnya, menyatakan dengan tegas agar Presiden tidak melindungi Ahok, dan memerintahkan Kapolri untuk menindak dan menangkap Ahok pelaku penistaan agama tersebut.

HMI juga menolak serta menyesali komentar Kapolda Jaya yang tidak berdasar tersebut dengan menyatakan HMI sebagai provokator. Begitu juga pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan demo 4 November ditunggangi aktor politik. “semua pernyataan  tersebut bahwa demo 4 November ada unsur politik, sangatlah tidak benar,” tegas ketua HMI tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, AKBP Syamsi, mejelaskan bahwa “apa saja aspirasi yang disampaikan HMI  akan ditindaklanjuti, bahkan hal ini akan disampaikan langsung pada pimpinan Polri.  ucap Kabid Humas ini. (Chairur)

 

Related Articles

Add Comment