Ini Tuntunan Mahasiswa Lakukan Aksi Didepan Kantor Gubernur

oleh -534 views

Padang, Sumbartoday.com
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat (BEM SB), menggelar aksi evaluasi 3 tahun Pemerintahan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit dengan massa yang berjumlah kurang lebih 150 orang di depan Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (12/2).

Aksi mahasiswa ini diterima langsung oleh Kaban Kesbangpol Provinsi Sumbar Nazwir. Aksi yang diselengi dengan Orasi-Orasi dan lagu-lagu perjuangan yang dapat membangkitkan dan mengorbankan api semangat peserta aksi.

BEM Universitas Negeri Padang (UNP) dalam aksi kali ini menjadi Koordinator Pusat Aliansi BEM SB, dengan sebelumnya juga sudah beberapa kali melakukan untuk menyatukan Kajian dari masing-masing kampus di Sumbar serta menegaskan point-point tuntunan.

Indra Kurniawan Rizki yang saat ini menjadi Presiden Mahasiswa UNP dan sekaligus Koordinator Pusat BEM menyampaikan, kami berharap dengan adanya aksi hendaknya Pemerintah berusaha berusaha lebih keras dan lebih serius untuk menjadikan Sumbar lebih baik.

“Begitu banyak permasalahan yang terjadi dan mesti diselesaikan seperti Mangkraknya jalan Tol, Pemerataan Pendidikan, Kesejahteraan Guru Honorer, kasus maraknya LGBT dan yang masih berlarut-larut sampai saat ini adalah SPJ Fiktif yang disinyalir banyak Anggota DPRD yang terlibat korupsi di dalamnya,” ujar Indra Kurniawan Rizki kepada sumbartoday.com

Kaban Kesbangpol Provinsi Sumbar Nazwir menyampaikan, bapak Gubernur Sumbar dan Wakil Gubernur saat ini tidak ada ditempat, beliau sedang melaksanakan tugas diluar kota.

“Kami akan siap menerima orasi-orasi dan evaluasi yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa pada hari ini dan akan menindaklanjutinya,” tegas Nazwir.

Adapun Aksi Tuntunan Mahasiswa adalah sebagai berikut:

  1. Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Sumbar masih belum terkelola dan tidak sesuai dengan misi yang dicanangkan.
  2. Pembangunan infrastruktur yang menimbulkan polemic, bahkan ada yang belum terselesaikan sesuai dengan kondisi real di lapangan.
  3. Lunturnya nilai-nilai ke-Minangkabau-an, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” bahkan nyaris hilang, maraknya LGBT dan kesenian adat tradisional mulai hilang.
  4. Pendidikan di Provinsi Sumbar belum terkontrol, baik itu dalam hal proses belajar dan mengajar.
  5. Perekonomian daerah Provinsi Sumbar dalam pengelolaannya terdapat keberpihakan antara kaum pemodal dan kaum bawah.
  6. Pelayanan public di Provinsi Sumbar kurang baik yang mana dirasakan oleh masyarakat, dilihat dari persoalan banyaknya laporan yang ada, 54,14 persen yang didalamnya tentang penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran prosedur.

Informasi yang dihimpun sumbartoday.com dilapangan, dalam pelaksanaan aksi tersebut mahasiswa memberikan satu buah kado berupa surat tertulis tuntutan mahasiswa yang diterima oleh Kaban Kesbangpol Provinsi Sumbar, Nazwir.

-Robbie Pratama-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *