Harga Sawit Anjlok, Petani Di Amping Parak Menjerit

oleh

Painan, Sumbartoday.com
Sejumlah petani yang berada di Amping Parak Kecamatan Suterah Kabupaten Pesisir Selatan mengeluhkan harga jual tandan buah segar (TBS) sawit ditingkat pengepul terus menurun, Selasa (4/12)

Bahkan, nilai jual salah satu hasil pencarian utama masyarakat tersebut anjlok hingga Rp400-500 per kilogram (Kg) untuk saat ini harga yang ditetapkan pengumpul terlalu murah, banyak petani sawit yang enggan memanen hasil pertanianya yang diakibatkan merosotnya jual sawit pada bulan ini

Sebagian warga yang seprofesi sama saya kebanyakan mengeluh dengan murahnya harga jual sawit saat ini, kalau tidak saya panen tentulah banyak brondol yang jatuh,”ujar Iwin kepada Sumbartoday.com

Ia menambahkan bulan Juni kemarin masih dengan harga Rp800 per Kg, nah kalau bulan juli ini begitu dratisnya harga sawit turunya mencapai Rp400-500, menurutnya, saat ini para petani hanya pasrah dan menerima harga yang ditetapkan pengumpul. Sebab bila di tolak maka sawit yang sudah di panen tidak terjual dan membusuk. Akibatnya para petani akan merugi, sawit ini sangat berbeda dengan karet. Sebab, kalau sawit tidak dipanen akan merusak batangnya, kalau karet tidak disadap tidak masalah,”tuturnya

Hal senada juga dikatakan Ujang mengatakan, terlepas dari itu, para petani sawit terutama di Padang Tae Kecamatan suterah berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat mengawasi penerapan harga BTS hingga kelapangan.

Kami harap pemerintah dapat mengawasi harga hasil tani masyarakat sampai ketingkat pengumpul. Jangan hanya tingkat pabrik agar masyarakat dapat merasakan harga yang sesuai, dengan turun harga sawit disaat semua harga kebutuhan pokok, seperti beras, cabai, bawang mengalami kenaikan. Bahkan, jika penurunan ini terus berlanjut maka petani akan semakin disulitkan terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,”ungkapnya

-Jebri candra-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *