Harga Cabe Melambung, KPPU Minta Warga Laporkan Kartel

Category: Ekonomi, News, Sumbar 30 0

BUKITTINGGI, SUMBARTODAY – Cuaca buruk sejak dua pekan terakhir mengakibatkan kenaikan cabai merah di pasar tradisional Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sabtu (13/11/2016. Kenaikan harga cabai ini di karenakan petani mengalami gagal panen.

Harga cabai di pasaran masih tinggi, bahkan harga cabai merah mencapai Rp60.000 per kilogram di Pasar Bukittinggi dan pasar satelit lainnya. Harga cabai ini terus berfluktuatif. Alhasil melambungnya harga cabai membuat warga mengeluh.

Ketua KPPU RI Syarkawi Rauf mengatakan penyebab terjadinya harga cabai yang tinggi karena cuaca buruk, selain itu juga komoditi cabai melewati lima rantai ditribusi yang panjang hingga ke tangan konsumen makanya harga naik. “Kita sudah chek di Sumut tidak ada menemukan kartel di komoditi cabai, kejadian ini merata di semua daerah,” tandasnya

Syarkawi meminta masyarakat jika ada menemukan laporan harga cabai yang tidak wajar dan adanya kartel di dalam distribusi cabai agar segera laporkan.

Kadis Perekonomian Kota Bukitinggi, Linda Farouza mengataka Pemko Bukttinggi akan melakukan operais pasar jika yang naik beras oleh Bulog, tetapi jika komoditi cabai ini tidak mungkin, kita hanya bisa menghimbau para pedagang cabai untuk tidak menaikan harga sembarangan. “Naiknay harga cabai karena kurangnya pasokan dari petani lokal karena gagal panen, dan juga cabai jawa tidak masuk, apalagi banyak cabai yang dibawa ke luar Sumbar,” ujarnya.

linda meminta masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah baik dengan memanfaatkan media tanaman seperti pot maupun polibac karena kurangnya pasokan cabai karena cuaca buruk.

Amyra warga Bukitinggi mengatakan Cabai merupakan kebutuhan wajib warga tanpa cabai warga minang tidak terasa seperti makan. “Cabai adalah kebutuh han wajiab kita warga minang, jadi walaupun harga tinggi kita beli,” ujarnya. (RI)

 

Related Articles

Add Comment

%d blogger menyukai ini: