Durian Atut Dharmasraya, Kian Diminati

oleh

Dharmasraya, Sumbartoday.com
Terlahir dari keluarga petani, Zulfikar Datuk Panghulu Bosau atau yang lebih dikenal dengan nama Atut akhirnya menjelma menjadi pengusaha sukses dari Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya.

Seperti Pepatah orang tua-tua kita “jangan sampai lupa kacang pada kulitnya” benar-benar dimaknai betul dan dipegang teguh oleh pengusaha sukses dari Sungai Dareh ini. Selain bergelut di dunia bisnis, Zulfikar Datuk Panghulu Bosau  mengembangkan usaha pertanian seperti perkebunan kelapa sawit, karet, peternakan, perikanan dan kebun buah-buahan seperti durian, jeruk lemon dan aneka buah lainnya.

Hebatnya lagi, kebun durian miliknya seluas 7 hektar yang terletak di nagari Sungai Kambut dan Sitiung ( Padang Sidondang) saat ini terdapat populasi 700 batang telah dipatenkan sebagai komoditas buah unggulan Dharmasraya yang dikenal dengan “durian Atut Dharmasraya.

Hanya menunggu sekitar 4,5 tahun dengan pemeliharaan intensif, buah durian ini sudah bisa dipanen dengan jumlah buah perbatangnya maksimal 40 buah. Dari sisi pemasaran, nilai ekonomisnya cukup tinggi yakni Rp.85.000,- per kilogramnya (tanpa kulit dan ditempat)  dan cukup kewalahan memenuhi kebutuhan pasar yang cenderung meningkat.

Jika buah durian lokal lainnya rata-rata hanya berbuah sekali setahun, dengan teknologi dan perlakuan khusus buah durian Atut Dharmasraya ini bisa diatur pembuahannya sehingga durian miliknya selalu berbuah sepanjang musim.

” Jika ada yang ingin durian, tapi lagi diluar musim datang saja ke kebun saya, Insya Allah durian selalu tersedia setiap waktu. Walau awalnya hobi saja, namun Saya melihat prospeknya sangat bagus dan menguntungkan,” tandas Atut.

Tingginya minat konsumen terhadap produk ini tak lepas dari pesona dan daya tarik tersendiri dari sisi warna isinya yang kuning, tebal dagingnya, kecil bijinya dan tentu saja rasanya yang begitu lezat.

Layaknya Duta Buah Dharmasraya, Durian Atut Dharmasraya tak pernah absen dari iven pameran lokal maupun Nasional di Stand Kabupaten Dharmasraya maupun Sumatera Barat  Beberapa kelompok tani juga pernah berkunjung ke kebunnya dan langsung memberikan motivasi agar mau mengikuti jejaknya dan siap membantu pemasarannya.

Beberapa pejabat seperti Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno sudah berkunjung ke kebunnya bahkan mantan presiden SBY juga telah merasakan lezatnya durian kebanggaan Dharmasraya ini saat kunjungannya ke Bukit Mindawa beberapa tahun lalu.

Sisi lain dari pengusaha sukses dalam kesehariannya, sebagai bentuk kecintaannya terhadap pertanian, panghulu Suku Malayu ini bersama sang istri tercinta Rosdaniar juga menanam cabe dan beberapa jenis sayuran disekitar rumahnya yang megah tersebut.

“Ada kepuasan lain kalau kita yang nanam sendiri, kita yang panen sendiri,” tandas wanita yang lebih akrab dipanggil Ni Da ini.

“Untuk budidaya Durian seperti yang telah dikembangkan oleh pak Atut, saat ini kita sudah mencoba mengembangkannya di kelompok tani dan sudah disertfikasi” tandas Darisman, S,Si, MM seraya menyebutkan kelompok tani dimaksud adalah Minang Saiyo di nagari Silago kecamatan Sembilan Koto seluas 5 hektar dengan populasi 450 batang.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pertanian ini berharap pengembangan produk unggulan berupa buah lokal seperti jeruk, duku,  salak Kurnia dan lainnya terus dipacu menuju konsep ” One Village One Product” atau satu nagari satu produk unggulan sekaligus diharapkan dapat menjadi ikon nagari tersebut.

– Bambang Suprapto –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *