Dipukul di Depan Umum, Pegawas PU Pariaman ini akhirnya

oleh

Pariaman, Sumbartoday.com
Bertindak seperti perman, pengawas PU Kota Pariaman, mendapat perlakuan kekerasan oleh kepala proyek, pembangunan Anjungan Pantai Gondariah, Senin (8/10) lalu.

Dari informasi yang dihimpun sumbartoday.com, kejadian pemukulan tersebut berawal saat Amilton, pengawas PU Kota Pariaman tersebut, melakukan arahan pekerjaan terhadap proyek pembangunan Anjungan Pantai Gondariah, yang bernilai Rp. 5.821.270.000, dan dikejakan oleh PT. Satria Lestari Murni .

“Saya tidak mengira akan mendapat perlakuan kasar dari kepala proyek tersebut. Sebab sebagai pegawas, tentunya apa yang menjadi tugas saya untuk mengawasi pekerjaan tersebut sudah melalui tupoksinya. Memang saat melakukan pengawasan saya dapati ada pekerjaan yang sedikit menyimpang, namun saat saya berikan arahan malah saya mendapat pukulan oleh kepala proyek tersebut,” ucap Amilton, saat ditemui sumbartoday.com diruang kerjanya, Selasa (9/10)

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa tidak terima akan perlakuan kasar kepala proyek, dirinya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Melalui Kepala dinas PU Kota Pariaman, saya diminta untuk berdamai dengan alasan hal tersebut jangan dibesar-besarkan. Anehnya bagi saya secara kedinasan harusnya saya mendapat perlindungan dari dinas, namun saya disuruh berdamai. Dipukul ditempat ramai tentunya sangat memalukan bagi saya, mana keadilan sesungguhnya,” terang Alminto kecewa.

Hal senada juga disampaikan Donal selaku PPTK, juga menyayangkan tindakan pelaku kekerasan yang sudah sering melakukan intimidasi kepada pihak PU Kota Pariaman.

“Hal ini tentu saja ada tindak lanjutnya, untuk itu kami akan menggelar rapat guna membahas peristiwa ini. Sebab tindakan intimidasi ini sudah beberapa kali dilakukan oleh kepala proyek tersebut, seperti halnya yang dialami Almahendri, ST, salah satu staf kami yang pernah mendapat ancaman benda benda keras dari pelaku,” papar Donal.

Sikap penolakan akan tindakan kekerasan ini juga disampaikan Abdul Hamid, ST, Ari Muanas dan sejumlah staf Dinas PU lainnya di berbagai bidang. Menurut Abdul Hamid, pihaknya  mengecam tindak kekerasan yang dialami rekannya di lapangan. Sebagai bentuk protesnya, Abdul Hamid telah membuat surat pernyataan pengunduran dirinya dari jabatan Pengawas Lapangan dari Dinas PU.

“Jujur kami merasa terancam dan tidak lagi nyaman bekerja jika hal ini tidak ada sanksi atau tindak lanjut. Untuk itu saya membuat surat pernyataan pengunduran diri yang kemungkinan besar akan disusul oleh kawan-kawan staf lainnya di bidang masing-masing, itu semua telah kami agendakan. Tentunya kami berharap dinas PU Kota Pariaman ini  memikirkan keselamatan dan kenyamanan kami dalam bekerja,” pungkasnya

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT. Satria Lestari Murni, terkait kejadian ini. Beberapa kali dihubungi, pihak perusahaan selaku tidak berada ditempat.

– Afridon –

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *