Dinas PU Dharmasraya, Diduga Mainkan Proyek dengan Rekanan

oleh
Jpeg

Jpeg

DHARMASRAYA, SUMBARTODAY – Pembangunan proyek irigasi aliran sungai batang mimpi di Kenagarian Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, sebesar Rp. 10.997.423.000 miliar dari dana APBN, diduga ada permainan antara Kontraktor dengan Dinas PU Kabupaten Dharmasraya.

Dugaan tesebut diperkuat dengan tidak terselesaikannya proyek yang dikerjakan PT. Iso Iki Assano dengan Konsultan Karahoshitama Engineering tersebut, sampai akhir bulan Desember 2016, sesuai dengan kontrak kerja pada 16 November lalu dengan jangka waktu 45 (hari).

Banyak dari proyek tersebut yang terbengkalai dan mustahil dapat diselesaikan seperti pembetonan jalan sepanjang 3 Km, pembuatan lantai serta dinding batang mimpi sepanjang kurang lebih 800 meter.

Menurut Kadis PU Kabupaten Dharmasraya melalui kabid Pengairanya, menjelaskan bahwa pihaknya akan pasrah akan mengembalikan dana ke Kas Negara, jika proyek yang menelan dana 10 miliar lebih tersebut tidak rampung sampai akhir Desember nanti.

“Kita pasrah mengembalikan dana ke Kas Negara kalau proyek ini tidak dapat diselesaikan, sebab kami tidak mau menanggung resikonya,”ungkap Kabid Pengairan PU tersebut kepada sumbartoday.com

Dari pantauan sumbartoday.com dilapangan, terlihat jelas kejanggalan dalam pekerjaan proyek tersebut, seperti pembuatan dinding aliran sungai batang mimpi plesteran dengan cara menempelkan ke dinding lama tentunya tidak ada kekuatan pada dinding plesteran tersebut begitu juga dengan pembuatan rijit beton jalan baru dapat diselesai 1 km.

Menanggapi hal tersebut Zulkifli mengakui bahwa benar seharusnya pihak kontraktor membongkar dinding beton batang mimpi yang lama dengan cara mengganti yang baru,”dalam speknya memang seperti ini pemasangan plesteran dengan cara menempel yang lama, sebagaian memang dibongkar karena diding yang lama sudah rusak atau membusuk,”ujar Zulkifli.

Dilain pihak, kontraktor PT Iso Iki Assano akrab dipangil Pak Edi, membenarkan, bahwa pembuatan proyek batang mimpi tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi yang diberikan Dinas PU Kabupaten Dharmasraya.

“Pihak kami sudah mengerjakan proyek ini sesuai dengan spek yang diberikan, tidak ada sama sekali neko-neko dalam proyek ini kita bekerja sesuai dengan aturan dan speknya,”tukuk Edi kepada sumbartoday.com

Sementara itu Ipul, salah seorang tokoh pemuda Nagari Sungai Dareh bernama, sangat kecewa atas pembangunan batang mimpi di Kenagariannya tersebut. Menurutnya proyek tersebut terindikasi adanya permainan dari pihak PT dengan Dinas PU Dharmasraya.

“Melihat cara pekerjaan oleh pihak PT, nampaknya pembangunan batang mimpi ini seakan dipaksakan dan terkesan asal-asalan, agar cepat selesai dan tidak mengembalikan dana ke Kas Negara, ucap tokoh muda tersebut kepada sumbartoday.com sedikit kesal. (Irwan)

 

 

 

Dikirim dari ASUS saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *