Demi Keluarga, Udin Pamacah Batu Ini Ternyata…..

oleh

Padang, Sumbartoday.com
Tidak ada kata menyerah dalam kamus hidup Udin, Pria yang lebih akrab dipanggil Udin Paca Batu dikalangan teman-teman seprofesinya, ia lahir pada Tahun 1963 di Pengambiran Ampalu Kecamtan Lubuk begalung Kota Padang

Hidup dalam keterbatasan tidak menyurutkan keinginan tekad Udin putus asa atau dengan mengambil jalan pintas. Sebaliknya, ia selalu berjuang sekuat tenaga demi mendapatkan rupiah

Pekerjaan yang ditekuni Udin bukan sesuatu yang lazim dilakukan oleh Pria seusianya, udin bekerja menjadi pemecah batu di sebuah bukit yang berada di sekitar belakang rumah warga di Ampalu Pengambiran. Bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, menjadi pemecah batu adalah pekerjaan yang sangat berat dengan penuh resiko memang, kadang serpihan batu kecil yang dipukul tanpa sengaja memantul kekening.alat yang digunakan dalam membelah sebuah batu palu besar,martel dan bajik, Karna menjadi pemecah batu membutuhkan kekuatan fisik dan ketelitian dalam mengolah batu tersebut.

Udin mengais rejeki dari memecahkan batu untuk menghidupkan 4 orang anaknya beserta keluarga. Teriknya matahari sepertinya tidak menjadi halangan Bagi Bapak yang berusia 55 tahun ini memecah batu satu demi satu. Keringat yang mengucur deras sudah tak lagi dirasakan oleh nya. Karna Udin percaya bahwa di balik kerasnya batu, terdapat berkah yang berlimpah. Dan berkat dari batu ini yang telah menghidupkan kelurganya dan membiayai anak-anaknya sekolah.

“Batu memang sangat keras dan berat, namun di balik kerasnya batu terdapat berkah yang melimpah. Pekerjaan sebagai pemecah batu memang bukanlah pekerjaan yang mudah, sehingga tidak semua orang yang suka dengan jenis pekerjaan ini. Saya begitu mencintai pekerjaan ini dan setulus hati melakukannya. Sehingga saya percaya berkah dari batu telah menghidupi keluarga saya,”Ucap Udin kepada Sumbartoday.com, Selasa (4/12)

Pekerjaan ini di geluti Udin sejak Tahun 2006, Pada waktu itu harga batu 1 Truck Rp80.000 Meskipun 1 Truk batu hanya dihargai dengan harga Rp80.000 tidak membuat sang Bapak 4 anak ini berhenti berjuang meski pekerjaan yang ia lakukan terbilang keras. Hampir setiap hari keringatnya menetes saat memecahkan batu. Namun Karna Rupiah Udin tidak pernah putus asa.

Saya bekerja sebagai pemecah batu sejak tahun 2006, pada waktu itu harga batu 1 truk Rp. 80.000, jika dilihat dari beban bekerja sebagai pemecah batu harga Rp.80.000/ truk itu terbilang kecil. Saya bersyukur pada tuhan, bahwa apa yang di berikan oleh Tuhan tidak pernah tidak bermanfaat bagi manusia. semua pasti ada manfaatnya. Sekalipun batu itu keras, namun di balik batu itu begitu banyak berkah yang melimpah. Tanpa disadari bahwa batu itu sudah memberikan manfaat yang begitu besar bagi manusia. Saya juga bersyukur bahwa harga satu truk mobil pick up diesel, batu setiap tahun mengalami peningkatan, jika dulunya satu truk batu dengan harga Rp80.000 sekarang harga satu truk batu menjadi Rp300.000/kubik. Batu sudah menghidupkan saya dan keluarga saya, meskipun saya hanya sebagai pemecah batu tapi anak-anak saya tidak pernah putus sekolah,”tegasnya

Sejak tahun 2006 sampai tahun 2018 Udin sudah mengumpulkan begitu banyak batu yang di jual kepada langgananya, kadang-kadang ada yang antri saat permintaan banyak dan kadang juga cuma satu truk saja yang membelinya,”ujarnya

Keuletannya dalam bekerja dan membantu keluarganya membuat Udin dijuluki sebagai pemecah batu yang tekun. Udin adalah sedikit orang seusianya yang tetap bersemangat menghadapi kerasnya hidup ini. Udin tak mau berpangku tangan melihat kemiskinan yang membelit keluarganya

-Jebri candra-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *