Cemarkan Nama Baik, Ismail Novendra Divonis 1 tahun Penjara

oleh

Padang, Sumbartoday.com
Berlangsung lama dari beberapa kali sidang hingga sempat tertunda, akhirnya manjelis hakim yang mengadili sidang perkara kasus dugaan pencemaran nama baik yang disangkakan terhadap Ismail Novendra, Pemimpin Umum dan Penanggung Jawab Koran Jejak News, menjatuhkan vonis hukuman satu tahun penjara sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum, di Pengadilan Tipikor jalan bypass Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12)

Dalam vonis putusan tersebut, majelis hakim yang diketuai Syukri, SH ini menegaskan bahwa Ismail Novendra terbukti secara syah melakukan tindakan pencemaran nama baik terhadap Afrizal Djunit, Direktur Operasional PT. Bone Mitra Abadi,  melalui media surat kabar yang menjadi tanggung jawabnya selaku pemimpin dan penanggung jawab media tersebut.

Menurut hakim, apa yang dilakukan terdakwa dalam pemberitaannya berdampak merugikan nama baik saksi korban selaku direktur operasional PT. BMA. Dalam fakta persidangan juga terungkap dua sisi pertimbangan atas vonis yang dijatuhkan, yakni dari posisi positif, PT. BMA  dalam setiap mengikuti lelang bekerja secara profesional tanpa ada campur tangan dari pihak lain. Sementara dari sisi negatifnya pemberitaan tersebut dapat menimbulkan opini serta multi tafsir dari masyarakat terhadap PT. BMA, bahwa memang terdapat campur tangan pihak lain dalam memenangkan setiap lelang di Sumatera Barat, apalagi kemenangan lelang tersebut dikaitkan adanya hubungan dekat antara saksi korban dengan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal.

Atas dasar dari fakta-fakta pesidangan tersebut, maka majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara terhadap terdakwa Ismail Novendra selaku pemimpin umum dan penanggung jawab koran Jejak News.

Sementara itu Ainul, salah satu penasehat hukum Ismail Novendra mengaku kaget dengan putusan yang dijatuhkan terhadap klienya tersebut. Menurutnya vonis satu tahun penjara tersebut tidaklah tepat serta berakibat akan pembungkaman pers di Indonesia, terutama di Sumatera Barat.

“Kita melihat adanya keanehan dalam putusan tersebut, majelis hakim mengabaikan tuntutan jaksa, namun menjatuhkan hukuman sesuai dengan tuntutan jaksa. Inilah keanehan yang kita lihat. Disamping itu Kita tidak melihat pertimbangan lain dari majelis hakim, terutama Undang-undang Nomor 40  tahun 1999 tentang pers dan mengabaikan pendapat saksi ahli dari Dewan Pers serta nota kesepakatan kerjasama antara Dewan Pers dan Polisi, sehingga putusan tersebut tetap mengarah kepada tindakan pidana murni yakni pencemaran nama baik. Inilah bentuk pembungkaman terhadap media,” terang Inul yang dihubungi sumbartoday.com melalui selulernya, Kamis (6/12)

Ia juga menjelaskan bahwa untuk keputusan yang diluar dugaan tersebut, pihaknya akan melakukan upaya banding, agar kasus ini dapat dilihat secara jernih dan tidak tendensius.

“Walaupun sangat mengejutkan dan diluar dugaan kami, tentunya putusan hakim tersebut sangatlah kami hormati, untuk itu kami sudah meminta kepada majelis hakim bahwa akan melakukan upaya banding atas putusan tersebut,” tutupnya

Sebelumnya Ismail Novendra dilaporkan oleh Afrizal Djunit, terkait pemberitaan koran Jejak News edisi 125 tahun IX, 18 Agustus-10 September 2017, dengan judul pemberitaan “Melirik Sepak Terjang PT. BMA, Dir Ops Akui ‘Dunsanak Kapolda’ di Sumbar” yang nota bene merupakan direktur operasional pada perusahaan tersebut, sehingga berbuntut kepengadilan.

– Afrizal Basri –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *