Brigadir Ilham Rais, Santri Ranah Lansek Manih, Polisi Pendakwah

Category: Kejadian 126 0

 

dakwah

Kita mungkin pernah mendengar cerita tentang polisi “nakal” dengan beragam argumentasi. Namun, ditengah banyaknya cerita miring tentang institusi pengayom masyarakat ini, ada terselip sebuah kisah tentang perjalanan seorang anak manusia yang pada akhirnya memilih profesi sebagai seorang polisi.

Namun cerita tentang seseorang ini berbeda dengan cerita yang berkembang di masyarakat pada umumnya. Cerita ini adalah sebuah gambaran, bahwa polisi yang baik itu masih ada. Sebut saja namanya Ilham Rais, sesosok pemuda yang lahir dari keluarga yang sangat taat dalam menjalankan ajaran agama. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat dia tumbuh menjadi anak muda yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebenaran. Berkat dorongan dan arahan dari kedua orang tuanya, Ilham Rais berhasil menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren MTI Jaho Padang Panjang.

Sosok Ilham Rais ini adalah sosok yang sangat sederhana. Selama enam tahun mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren sehingga membuat pemahaman agamanya pun bertambah baik. Semenjak itu dia sering mengisih pengajian, baik di internal kepolisian maupun di lingkungan masyarakat. Akhirnya pada saat sekarang ini, Ilham Rais mampu menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi dengan baik, sekalingus menjadi seorang pendakwah yang rendah hati. Kehidupan masa kecil Ilham Rais, hampir sama dengan kehidupan teman-teman sebayanya yang lain. Lahir di sebuah desa tertinggal membuat siklus kehidupannya biasa-biasa saja. Desa Tanjung Beringin yang sekarang berganti nama dengan Jorong Tanjung Berlian di Kanagarian Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

Sebuah daerah pelosok yang menjadi saksi Ilham Rais tumbuh menjadi anak yang cerdas dan mandiri di tengah-tengah kesederhanaan dan keterbatasan. Pada akhirnya, tak satu orang pun yang berada di daerah tersebut menyangka sosok Ilham Rais tersebut akan menjadi seorang polisi dan sekaligus penceramah kondang. Karena memang, profesi sebagai polisi sangat jarang ditemukan di daerah tersebut, bahkan sosok Ilham Rais ini satu-satunya yang berhasil menjadi seorang polisi di kampung halamannya. Setelah menamatkan sekolah dasar di SD Inpres (sekarang SDN 19 Tanjung) di kampungnya, bungsu dari lima bersaudara ini melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Pondok Pesantren MTI Padang Panjang.

Di pondok pesantren tersebut ia menimba ilmu dengan sungguh-sungguh, sehingga pemahaman tentang agama pun semakin bertambah.Pada waktu mondok di Ponpes MTI Jaho ini,Ilham Rais terpaksa harus berjualan di sebuah warung yang terdapat di sudut pondok Pesantren tersebut.Untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus meringankan beban orang tuanya yang tinggal di kampung.

Sebelum menjadi Brigadir Polisi, istri dari Rahmadian ini pernah menjadi tenaga pengajar honorer di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Koto Tanjung, Kabupaten Sijunjung sekitar tahun 1996. Bahkan dia pun pernah menjadi tenaga honorer di Pondok Pesantren Darul Maarif, Tegineneng Bandar Lampung pada tahun 1997, disamping mengajar, Ilham Rais juga bekerja di sebuah bengkel dinamo yang terletak tidak jauh dari pondok pesantren tersebut.Bahkan menurut pengakuan Ilham Rais sendiri,Ia juga sempat mengeyam pendidikan di SPK Kesdam Bukit Barisan kota padang.Yang sekarang berganti menjadi STIKES Kesdam.

Namun dikarenakan keterbatasan dana,pendidikannya terhenti di tengah jalan. Selanjutnya pada tahun 1998, Ilham Rais lulus seleksi penerimaan Bintara Polri dan mengikuti pendidikan Militer Secata PK Polri di SPN Padang Besi Kota Padang. Pada awal kedinasannya di kepolisian, Ilham Rais ditempatkan di Polda Provinsi Sumatera Barat tahun 1998—1999. Selanjutnya ia bertugas di Polres Sijunjung mulai tahun 2000—2009. Kemudian ayah dari empat orang anak ini dipindah tugaskan ke Polres Kota Pariaman dengan jabatan Kanit Bintibmas (kepala jabatan pembina ketertiban masyarakat kesatuan Polres Kota Pariaman) Ilham Rais juga pernah menjalankan tugas pada Operasi Polda Nangroe Aceh Darussalam tahun 2004 lalu. Dimana pada saat itu terjadi pemberontakan GAM di daerah tersebut.

Sisi lain dari kehidupan Brigadir Ilham Rais, ada yang patut kita jadikan tauladan diantaranya yaitu, dari kemampuannya memberikan siraman rohani baik di internal Polri maupun di tengah-tengah masyarakat tempat dia tinggal. Bahkan begitu padatnya kegiatan diluar kedinasannya, Ilham Rais telah memiliki jadwal Khatib Jumat hingga setahun berikutnya. Dalam menyampaikan siraman rohani, Ilham Rais berbahasa dengan santun, lemah lembut, lugas sehingga mudah dimengerti oleh para pendengar dengan didukung oleh dalil-dalil yang sahih, membuat Ustadz andalan Polres Pariaman ini selalu dinanti kehadirannya oleh masyarakat di berbagai kegiatan majelis taklim.

Kepiawaiannya dalam menyampaikan ceramah agama tidak diragukan lagi. Materi-materi yang disampaikannya pun beragam sesuai dengan usia, pekerjaan dan latar belakang dari jamaah yang hadir dalam pengajiannya. Jika jamaahnya yang hadir lebih didominasi anak sekolah, biasanya Ilham lebih cenderung menyampaikan tentang tata cara pergaulan dalam islam, pencegahan perbuatan maksiat, serta peningkatan pengetahuan tentang akidah dan akhlak. Setiap momen ceramah agama yang disampaikan di sekolah-sekolah, Ilham selalu menutup kegiatan dengan melakukan muhasabah, dengan tujuan agar para remaja harapan bangsa tersebut memiliki kesadaran untuk menghindari perbuatan maksiat dan lebih giat belajar untuk mewujudkan cita-citanya.

Namun, jika jamaahnya sebagian besar perempuan dan kaum ibu, maka materi ceramahnya berkaitan tentang bagaimana membentuk keluarga yang islami serta cara mendidik anak menurut ajaran Islam. Ilham Rais juga gemar membaca buku yang bernuansa religi, agar ilmu tentang agamanya terus bertambah. Ternyata sampai saat sekarang sosok tersebut masih juga belajar, hal itu sesuai yang dituturkannya kepada penulis. “Saya banyak belajar kepada ulama-ulama senior di Pariaman yang tergabung dalam MUI Kota Pariaman, diantarana ustadz Zulkifli Zakariya” ungkap beliau dengan nada merendah. Didalam kedinasanya di kepolisian, ilmu agama yang dia miliki juga sangat bermanfaat dalam menunjang profesi yang sedang dijalaninya. Sebagai Kanit Bintibmas Satbinmas Polres Pariaman, beliau selalu mendorong masyarakat agar bersama-sama mendukung ketertiban dalam masyarakat.

Karena sudah terbiasa menyampaikan pesan, sehingga setiap apa yang disampaikannya ke warga lebih mengena dan cepat dimengerti. Sosok sederhana dengan penampilan menarik serta suaranya yang khas, merupakan sosok pengayom masyarakat yang sekaligus sebagai penceramah yang hebat, maka ia dipanggil dengan sapaan Buya Ilham Rais oleh orang-orang yang telah kenal dengannya. Begitu banyak hal yang menarik ketika sosok tersebut berkunjung ke kampung-kampung dalam menjalankan tugas kedinasannya, banyak masyarakat yang terkejut bercampur takjub melihat Ilham Rais berbalut seragam kepolisian. Karena mereka tidak menyangka, Ilham Rais yang dikenal oleh mereka selama ini hanya sebagai seorang ustadz, ternyata juga seorang anggota kepolisian. Berdakwah tidak hanya dilakukan oleh Ilham Rais di masjid-masjid atau di sekolah-sekolah saja akan tetapi juga ia lakukan di pasar-pasar pada saat melakukan dinas pelayanan masyarakat. “Alhamdulillah, institusi tempat saya bekerja sangat mendukung aktivitas saya sebagai pendakwah. Sejalan dengan program yang dibuat oleh Kapolda Sumbar tentang Tiada Hari Tanpa Silaturahim.

Melalui program ini membuat polisi lebih dekat dengan masyarakat, karena silaturahim itu adalah anjuran agama” jelasnya lagi. Semoga kisah perjalanan hidup Brigadir Ilham Rais ini bermanfaat bagi kita semua dan sekaligus menjadi inspirator bagi generasi muda. Semoga kedepannya semakin banyak muncul sosok-sosok seperti Ilham Rais di tengah-tengah masyarakat yang mampu menjadi penyejuk dimanapun mereka berada. Aamiin

14681650_1259984284043405_8240088224251048972_ncatatan: 
HENDRY PATOPANG
Kontributor sumbartoday.com

Related Articles

Add Comment