Berkedok Pembenahan Ruang Kelas, SMP Negeri 7 Diduga lakukan Pungli

oleh

SUMBARTODAY.COM, PADANG, — Berkedok pembenahan ruang kelas, pihak SMP Negeri 7 Padang, diduga kuat lakukan pungutan liar (pungli), terahadap siswa-siswa yang baru masuk kesekolah tersebut.

“Kami disuruh membentuk kepengurusan disetiap kelas, dengan tujuan setiap apa yang menjadi kebutuhan ruang kelas, seperti membeli almari, gorden jendela, kipas angin sampai-sampai komputer, menjadi tanggung jawab kami sebagai orang tua,” jelas Munir (nama samaran-red) kepada sumbartoday.com beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dijelaskannya, setiap kebutuhan sekolah yang seharusnya disediakan tersebut, seperti dilimpahkan tanggung jawabnya kepada orang tua siswa yang baru masuk di SMP Negeri 7 Padang.

“Mungkin bagi mereka yang mampu, saya rasa hal ini tidaklah memberatkan, namun bagi saya yang sehari-hari hanya sebagai sopir angkot, hal ini sangatlah memberatkan. Contoh saja, kami orang tua harus menyediakan komputer yang harga dan jenisnya sudah dipatok oleh pihak sekolah. Belum lagi kebutuhan seperti almari dan kelengkapan ruang kelas lainnya. Hal ini seperti dilimpahkan dan menjadi tanggung jawab bagi kami orang tua siswa yang belajar diruang kelas tersebut.

Munir juga mengeluhkan bahwa dengan masuknya anak mereka kesekolah negeri tentunya dengan harapan dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi dirinya yang hanya sopir angkot,

“Memang pada rapat pembentukan pengurus yang terdiri dari para orang tua siswa yang ada di kelas tersebut, pihak sekolah berdalih tidak ikut campur apapun bentuk dari keputusan yang sudah dibuat, namun disetiap rapat, pihak sekolah terus mengarahkan kami orang tua agar dapat melengkapai fasilitas ruang kelas, tentunya dengan cara memberikan sumbangan. Walaupun berat, saya terpaksa mengikuti keputusan tersebut, saya takut jika tidak terpenuhi tentunya akan berdampak terhadap anak saya,” ucap Munir lirih.

Munir juga berharap melalui media ini, kiranya bapak walikota, mendengar keluhan ini,  jika memang fasilitas disekolah-sekolah ada kekurangan, kiranya dapat dilengkapi dan diberikan bantuan, jangan kami orang tua yang menjadi sasaran dari pihak sekolah,” tutupnya.

Sementara itu, Syafrizal Syair, S.Pd, Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Padang, membantah keras pihanya melakukan pungutan liar. Menurutnya apa yang dilakukan oleh para orang tua tersebut sudah menjadi kesepakatan yang mereka buat dan putuskan bersama.

“Tidak benar kami dari pihak sekolah melakukan pungutan-pungutan terkait kebutuhan ruang kelas. Pembenahan kelas oleh parenting kelas sifatnya sukarela, kalaupun ada kelas yang orang tuanya tidak setuju, itupun tidak apa-apa. Namun disini saya tegaskan bahwa pihak pimpinan, walikelas dan guru tidak terlibat dalam hal ini,” jelas Syafrizal, melalui pesan singkatnya kepada sumbartoday.com, Jumat (03/8)

Ia juga menegaskan bahwa pembenahan ruang kelas tidak saja dilakukan oleh siswa yang baru masuk, namun mencakup seluruh tingkatan yang ada di SMP Negeri 7 Padang ini.

“Pembenahan ruang kelas ini tidak saja dilakukan oleh kelas 7, namun juga diperuntukan untuk semua tingkatan yang ada disini, itupun jika para orang tua tua sekapat dan setuju kalau dibenahi,” pungkasnya. (Capay)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *