Asyik Menambang Emas, Warga Pasbar ini Akhirnya….

oleh

SUMBARTODAY.COM, PASAMAN BARAT—Tengah asyik menambang emas dilahan sendiri, AR (38) warga Jorong Air Dingin, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat, tertibun longsoran tanah galiannya, Kamis (10/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari informasi yang didapat sumbartoday.com dari Erwanto (33), teman korban menjelaskan bahwa dirinya melakukan pencarian emas bersama AR.

“Saat mencari emas, AR melakukan penyelaman dengan kedalaman 4 meter tanpa menggunakan oksigen dilobang galiannya sendiri. Sedangkan saya bertugas sebagai penyaring hasil emas dari alat dompeng manual,” jelas Erwanto saat ditemui sumbartoday.com

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa dirinya melihat gelembung udara yang keluar dari dalam air galian lobang tersebut, dirnya merasa kaget dan ikut melakukan penyelaman.

“Saya merasa heran dan curiga, mengapa ada gelembung udara tepat dimana AR menyelam, namun karena penasaran dan sudah menunggu lama AR yang tunggu-tunggu tidak juga muncul, maka saya mencoba menyelam untuk mencari AR. Saat kaki saya menyetuh gundukan tanah didalam air, sayapun kaget dan langsung keluar serta tidak melanjutkan penyelaman,” sambungnya.

Panik akan keadaan seperti itu, Erwanto langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada istri korban serta warga setempat.

“Setelah lama mencari bersama warga, sekitar pukul 20.30 WIB, barulah AR ditemukan dengan keadaan tidak beryawa serta langsung kami bawa kerumah sakit. Dari hasil pemeriksaanlah kami mengetahui bahwa AR meninggal akibat tertimbun tanah dan kekurangan oksigen saat menyelam mencari emas tadi,” ucap Erwanto.

Sementara Kapolres Pasaman Barat, melalui Kapolsek Gunung Tuleh, AKP Erianto, menjelaskan bahwa kejadian yang menimpa AR tersebut merupakan peringatan bagi masyarakat yang menambang emas.

“Kita tidak dapat mencegah masyarakat untuk menambang, sebab mereka melakukan aktivitas penambangan tersebut diwilayah kebun mereka sendiri. Untuk itu kami tidak bisa seenaknya melarang mereka,” ungkap Erianto kepada sumbartoday.com

Ia juga menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi penambangan liar ini, pihanya sudah sering melakukan razia diluar lokasi tambanga milik masyarakat tersebut.

“Bulan April kemaren, kami telah melaksanakan razia di luar lokasi pertambangan masyarakat tersebut. Adapun alat berat eksavator yang ada dilokasi kejadian sengaja kami datangkan guna membantu pencarian korban,” tutupnya. (Joni H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *