‘Alek Nagari’ GSB, Menjadi Primadona Masyarakat Tanah Datar

oleh

Tanah Datar, Sumbartoday.com
Sejak ditabuhnya  ‘Alek Nagari Galanggang Siliah Baganti’ oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Jumat (21/09) lalu, ternyata disambut antusias masyarat setempat, bahkan pertandingan silat yang menjadi turnamen terbesar tahun ini, menjadi primadona kunjugan dan tontonan masyarkat.

Hebatnya Gelanggang Siliah Baganti (GSB) ini, 1300 peserta yang terdiri dari 91 perguruan silat yang ada di Kabupaten Tanah Datar, semuanya diikuti oleh generasi muda yang handal, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA bahkan dari Madrasah, Khalifah turut andil dalam ajang tersebut.

Disamping  Alek Nagari, Gelanggang Siliah Baganti (GSB)  juga menjadi tempat silaturahmi para pesilat-pesilat yang ada di Kabupaten Tanah Datar.

“Dalam ajang GSB ini tentunya kita mengharapkan bagaimana seni bela diri tradisional Minangkabau ini dapat dicintai dan diminati oleh para generasi muda sekarang. Sebab seperti yang kita ketahui, banyak bentuk-bentuk  olahraga yang nota bene bukan berasal dari Indonesia, ternyata digandrungi  generasi kita. Tentunya globalisasi olahraga ini akan berdampak kepada kepada perilaku dari anak-anak bangsa ini,” jelas Amran, salah satu Pelatih Silat yang ditemui sumbartoday.com

Amran juga menjelaskan keberhasilan cabang silat pada Asian Games 2018 lalu, tentunya menjadi moment penting kebangkitan Silat di Indonesia, terutama sekali Kabupaten Tanah Datar.

“Sebagai kota budaya, sudah sepantasnya seni bela diri Silat ini menjadi tuan rumah didaerahnya. Dengan ajang GSB , harapan dan dukungan penuh kita tumpangkan  kepada Pemkab Tanah Datar, kiranya dapat menjadikan GSB ini sebagaikalender tahunan kabupaten ini,” tutup Amran.

Sementara itu Atifah Amri, yang menjadi juara dalam pertandingan tersebut, menyambut baik akan adanya gelaran GBS ini, Menurutnya pertandingan-pertandingan silat hendaknya terus diadakan agar dapat meningkatkan prestasi.

“Dengan gelaran GSB ini, saya merasakan dampaknya pada diri saya, sebab dari sinilah awalnya saya mendapatkan apresiasi baik disekolah maupun ditempat saya berlatih, bahkan saya sering mewakili sekolah dan Kabupaten untuk mengikuti kejuaraan-kejuaran silat. Alhamdulillah banyak sudah penghargaan serta medali yang saya raih,” ucap Gadis dari perguruan silat Pusako Batusangkar ini, kepada sumbartoday.com

Senada dengan Atifah, pesilat muda yang baru terjun pertama kalinya pada ajang ini Alfath Sigit Pratama, juga merasakan kebanggaan tersendiri dapat menjadi bagian dalam pertandingan ini.

“Saat bertanding ternyata menimbulkan rasa lain dalam diri saya. Pecaya diri dan bangga sebagai atlit silat tentunya merupakan kebahagiaan tersendiri saya. Mudah-mudahan apa yang saya pelajari di perguruan silat  Guguak Katitiran, dapat menghantarkan saya menjadi pesilat profesional,” pungkas sigit yang berharap pertandingan silat terus diperbanyak.

Meskipun cuaca yang tidak bersahabat dengan turun nya hujan deras tidak menyurutkan para pesilat-pesilat  menampilkan gerakan seni bela diri yang indah  dan memukau mata, bahkan permainan senjata tajam khas minang karambit bigitu lihat dimainkan menjadi decak kagum penonton yang memadaki Gelanggan Siliah Baganti tersebut.

– Fitri Rahayu Loetan –

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *