4 Ton Daging Babi Siap Dipasarkan, Ditemukan di Dharmasraya

Category: Hukrim, Sumbar 1.736 0

DHARMASRAYA, SUMBARTODAY – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dharmasraya, menggrebek tempat penumpukan daging babi yang siap dipasarkan keberbagai daerah di Sumatera, Jumat (11/11).

Penggrebekan yang berlangsung di Jorong Sungai Kambut Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya ini, mendapati pelaku Nursanti Gultom beserta tumpukan daging babi seberat kurang lebih 4 ton yang dimuat ke truk colt diesel.

Penggrebekan ini dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Marius Dt Badaro Kuning berserta fungsional umum H. Afrizal Dt Bandaro Rajo serta puluhan anggota Pol PP lainnya ini, berdasarkan hasil dari informasi masyarakat yang mulai resah dengan adanya transaksi serta penumpukan daging babi di Jorong mereka.

Keanehan sempat terjadi, saat Satpol PP mendatangi tempat tersebut, namun para pekerja yang mengetahui kedatangan Satpol PP, tetap saja melakukan pemuatan daging babi yang siap dipasarkan tersebut ke atas truk colt diesel, seakan-akan sudah biasa dengan kedatangan para penegak perda tersebut.

Menurut Marius Dt Bandaro Kuning, Kasat Pol PP Dharmasraya, kegiatan penumpukan daging babi ini, sudah melenceng dari agama serta adat yang sudah ada di ranah minang ini. Ini jelas sangat berpengaruh terhadap masyarakat di Kabupaten Dharmasraya ini yang notabene mayoritas beragama islam.

Lebih lanjut Kasat Pol PP ini menegaskan bahwa disamping bertentangan dengan kehidupan masyarakat, limbah daging babi ini juga sudah mencermarkan sungai, “Untuk itu kami akan memberikan surat peringatan, namun jika kegiatan penumpukan ini masih tetap berlanjut, maka kami akan melakukan penindakan secara tegas,” tegasnya.

Walaupun sudah meresahkan masyarakat, pihak Pol PP tidak berani melakukan penyitaan barang bukti untuk ditindaklanjuti ke proses hukum lainnya. “Kami  sangat kecewa atas tindakan Pol PP ini, wajarlah dugaan kami, Pol PP ini ikut bermain dalam kegiatan daging haram ini. Ini sangat kental terlihan tak ada rasa gentar sedikitpun dari pelaku penumpukan ini, bahkan tetap beraktifitas walaupan ada petugas Satpol PP disana,” ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut dijelaskan, percuma saja nampaknya mereka memberikan informasi, walau akhirnnya akan jadi begini. “Masyarakat disini sudah resak dengan bau limbah daging babi ini, yang mengalir ke sungai dan lebih menjijikkan lagi isi perut babi tersebut digunakan untuk pakan lele yang dipasarkan di Pulau Punjung ini,” tukuk warga yang sangat kecewa atas tindakan Satpol PP tersebut dengan hanya memberikan surat teguran. (Irwan)

Related Articles

Add Comment

%d blogger menyukai ini: